REKOLEKSI TAHUN 2020 “CINTA KASIH”: Bulan Februari

FEBRUARI

“Belarasa-yang-tak-terbagi = Solidaritas / Kesetiakawanan”

Secara etimologi arti solidaritas adalah kesetiakawanan atau kekompakkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  (KBBI)  kata  solidaritas  memiliki  arti (perasaan)  solider;  sifat  satu  rasa (senasib); perasaan setia kawan. Sedangkan kata solider memiliki arti mempunyai perasaan senasib. Maka solidaritas bisa dimengerti sebagai rasa kebersamaan, rasa kesatuan kepentingan, rasa simpati, sebagai salah satu anggota dari kelas yang sama, atau bisa juga diartikan perasaan atau ungkapan   dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama. Sementara tujuan solidaritas adalah menciptakan keadaan sosial yang teratur dan satu, atau menciptakan kesatuan atau kesamaan perjuangan demi kesejahteraan bersama.

Manusia pada hakikatnya adalah makluk sosial. Ia membutuhkan kehadiran orang lain. Allah, dalam kemahakuasaan-Nya, telah mengaruniakan pada setiap pribadi ciptaan-Nya kemampuan untuk mengembangkan sikap solider atau setia kawan. Namun sifat satu rasa atau solider ini dapat tergerus jika sifat-sifat negatif manusia lebih dominan, misalnya; individualisme, egoisme, acuh tak acuh, berprasangka buruk / negative thinking, dan lebih mementingkan kepentingan diri sendiri dan kelompok dibandingkan kepentingan bersama. Deklarasi    Abu Dhabi, yang ditandatangani   oleh dua tokoh besar dunia yakni Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Ahmad Al-Tayyeb juga mengungkapkan bahwa salah satu penyebab paling utama dari krisis dunia modern adalah hati nurani manusia yang kehilangan kepekaan, menjauhkan diri dari nilai-nilai agama, dan individualisme yang dominan, disertai dengan filosofi materialistis yang mendewakan pribadi  manusia  serta  memperkenalkan  nilai-nilai  duniawi  dan  materiil  sebagai  pengganti prinsip-prinsip paling tinggi dan transendental (17).

Sikap solider juga dapat berakibat buruk jika dilakukan dengan motivasi dan keinginan yang buruk, dan bersatu dengan orang-orang yang tidak memiliki kehendak baik. Maka solidaritas atau setia kawan membutuhkan hati yang murni dan pikiran yang jernih.

Cara mewujudkan solidaritas dapat dimulai dari tindakan yang paling sederhana, misalnya:

  1. saling percaya antar anggota kelompok atau komunitas,  
  2. membangun kesatuan atau persahabatan dengan tulus,
  3. rendah hati dalam bersikap,
  4. saling menghormati dalam perbedaan,
  5. tidak memilih-milih teman dalam pergaulan,
  6. terbuka akan kebutuhan orang lain,
  7. setia serta dapat dipercaya, dan
  8. mau terlibat dengan kegembiraan dan keprihatinan sesama di sekitanya atau peka terhadap lingkungan sekitar.

Solidaritas adalah salah satu wujud nyata cinta kasih. Melalui solidaritas kita dapat bersatu dalam hal mewujudkan sesuatu secara bersama-sama. Dalam rekoleksi ini, kita akan belajar bagaimana solidaritas diwujudkan dalam praktek hidup yang nyata melalui ajaran Guru sejati kita Tuhan kita Yesus Kristus, dan inspirator hidup spiritual kita yakni Santo Fransikus Assisi dan Muder Theresia Saelmaekers.

Charitas = belarasa-yang-tak-terbagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *