REKOLEKSI TAHUN 2020 “CINTA KASIH”: Bulan Mei

Belarasa-yang-tak-terbagi = IKUT SERTA MENDERITA

Pengantar

Dari bulan Januari sampai dengan bulan April, kita telah merenungkan tema; Perihal Totalitas, Solidaritas/Kesetiakawanan, Tergerak Hati dengan Orang yang Berkesusahan, dan Menghormati Sesama, sebagai sub tema dari tema kita tahun ini yakni CINTA KASIH. Setelah kita merenungkan beberapa sub tema tentang cinta kasih seturut karisma Muder Theresia Saelmaekers dan spiritualitas Charitas, pada bulan ini, bersama Gereja semesta yang secara khusus  menghormati Bunda Maria, kita akan merenungkan makna cinta kasih dalam sub tema, “Ikut serta Menderita”. Tema ini kita renungkan dalam terang iman kita sebagai Gereja yang berziarah bersama Bunda Maria yang setia menemani Yesus dalam sengsara-Nya sampai ke puncak Kalvari. Bunda Maria ikut serta  menderita  bersama  Putranya,  dengan  merasakan derita-Nya terutama didetik-detik terakhir hidup-Nya ketika Ia harus menangung rasa sakit badani selama tiga jam tergantungg di Salib sebelum wafat.

Kita juga akan belajar dari Muder Theresia Saelemaekers, Pendiri Kongregasi kita, bagaimana selama hidupnya, beliau juga   ikut serta merasakan penderitaan dan senasib sepenanggungan dengan mereka yang sakit, miskin dan terlantar. Muder Theresia Saelmaekers menyerahkan hidupnya dengan bertekun dalam panggilannya sebagai suster Charitas, dalam kesadaaran penuh akan tugas dan tanggungjawabnya melaksanakan kehendak Allah.

Sekarang dalam  rahmat babtisan  dan  terutama profesi religius kita, kita diajak masuk dalam keprihatinan  Allah  atas  dunia  ini  yang  rapuh karena  dosa  dan  ikut  serta  dalam  penderitaan sesama yang ada di sekitar kita. Kita juga dipanggil untuk ikut serta terlibat dengan penderitaan dan keprihatianan dunia zaman ini, sebagai panggilan mewartakan kasih kita pada Allah dan sesama serta alam semesta yang menjadi rumah bersama kita. Dalam rekoleksi bulan ini, kita akan secara khusus belajar dari sosok Bunda kita, yakni Bunda Maria yang dalam heningnya, menyertai Putranya sampai akhir hidup-Nya. Dan juga sosok perempuan hebat, tegar, kuat dalam pengharapan, teguh dalam iman dan nyata dalam cinta kasih, yakni Muder Theresia Saelmaekers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *