KONGREGASI SUSTER SANTO FRANSISKUS CHARITAS (FCh)

BIARA CHARITAS SEINA

Bermula dari tawaran Paroki St. Stefanus, Cilandak dan mendapat persetujuan Uskup Agung Jakarta Mgr. Leo Soekoto, SJ serta restu dari Mgr. J. Soudant, SCJ, Uskup Palembang, Kongregasi Suster St. Fransiskus Charitas bersedia untuk berkarya di bidang pendidikan di Cilandak, Jakarta Selatan. Rencana semula Kongregasi Charitas hanya menawarkan tenaga untuk menjadi karyawan Yayasan Sekolah Paroki. Namun Uskup Agung Jakarta meminta agar Kongregasi Charitas mendirikan sekolah  dan mengelolanya sendiri.

Anggota Komunitas Seina, sebagai Pelayan Persaudaraan Sr. M. Annette FCh, Anggota Sr. M. Amanda FCh, Sr. M. Marcellina FCh, Sr. M. Nicoline FCh, Sr. M. Salvatorina FCH dan Sr. M. Laurel FCh

         Gagasan mendirikan sekolah dan mengelolanya sendiri ini diterima baik oleh  Pimpinan  Kongregasi Charitas. Tanggal 14 Juli 1979, Kongregasi mengembangkan sayapnya di Keuskupan Agung Jakarta dengan memulai karya bidang pendidikan sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Tanggal 25 Juli 1979, TK dan SD yang dikelola oleh Kongregasi FCh diresmikan dengan nama TK-SD St. Stefanus Cilandak.

   Lokal untuk SD mendapat pinjaman dari SD Pangudi Luhur dengan menggunakan waktu siang hari. Pada tahun 1982-1983, lokasi sekolah terpencar-pencar. Lokasi TK terletak di Jalan Keuangan 1/23. Sedangkan lokasi SD untuk kelas I dan II terletak di SDN, Jl. Caringin Timur, dan kelas III, IV menumpang di SD Pangudi Luhur. Besarnya kerinduan untuk terlibat dalam memajukan generasi penerus bangsa memampukan para suster untuk berjuang hingga pada akhirnya pada tanggal 19 Agustus 1983, sekolah SD-TK dapat dibangun dalam satu lokasi yakni dimana Biara ‘’Siena’’ sekarang ini berada. Sampai sekarang pelayanan ditempat ini terus berkembang.    

Komunitas ‘’Siena’’ ada dalam wilayah reksa Pastoral Paroki St. Stefanus Cilandak. Maka selain berkarya dibidang pendidikan, para suster juga terlibat aktif dalam gerak gereja local.

Tampak Biara dari depan

‘’Siena’’ merupakan tempat bersejarah bagi keluarga Fransiskan. Thomas dari Celano menceritakan, bahwa St. Fransiskus tinggal di Siena untuk perawatan sakit matanya, dalam bulan keenam sebelum wafatnya. Berdasarkan data yang bisa diperhitungkan, St. Fransiskus menulis Wasiat yang dibuat di Siena dalam bulan April atau Mei 1226.

           Tiga patah kata yang dikemukakan dalam Wasiatnya, sungguh merupakan gagasan pokok kehidupan Ordonya. Ketiga wasiatnya itu adalah:

  • Hendaklah mereka selalu saling mengasihi, sebagai tanda peringatan akan berkatku dan perjanjianku;
  • hendaklah mereka selalu mengasihi dan mengabdi Tuan Puteri kita, Kemiskinan yang suci;
  • Dan hendaklah mereka selalu setia dan patu kepada para pejabat serta semua rohaniwan Bunda Gereja yang Kudus’’. Urutan dari ketiganya memperlihatkan pentingnya hal yang mau dinyatakan yakni: cinta kasih persaudaraan, kemiskinan, dan ketaatan pada Gereja.

Semoga nilai-nilai cinta kasih persaudaraan, semangat kemiskinan dan ketaatan pada Gereja, mewarnai pelayanan para saudari di Komunitas ‘’Siena’’. Dengan demkian, banyak orang mengalami keselamatan, anak-anak didik mendapat bekal untuk mengaringi kehidupan dan nama Allah dimuliakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *