Rekoleksi Bulan Juni

Sukacita Hidup Persaudaraan

Lukisan karya José Benlliure y Gil 

Pengantar

Para Saudari Penghayat spiritualitas FCh ytk, persaudaran adalah sebuah unsur integral dari cara hidup sebagai seorang fransiskan. Kita terhubung satu sama lain sebagai saudara-saudari yang mendasarkan diri pada ketaatan dan saling mencintai. Bagi Santo Fransiskus Assisi, “persaudaran” menjadi sangat penting, sehingga dalam wasiatnya pun dituliskan: “Tuhan memberikan kepadaku para saudara” (Was 14).

Santo Fransiskus melalui cara hidup yang dipilihnya ingin menyampaikan pesan bahwa ia “menerima siapa saja dalam persaudaraan” karena “Allah yang mengirimkannya.” Dalam semangat persaudaraan, tumbuh sumbur nilai-nilai kristiani seperti kasih, harapan dan iman. Dalam persaudaraan juga akan berkembang prilaku baik seperti saling menanggung beban, keterbukaan, dialog, berbagi kegembiraan dan saling mendukung, memghormati satu sama lain dan saling mengampuni serta mendoakan. Dengan demikian persaudaraan menjadi alasan kita bersukacita, sebab dalam persaudaraan kita dibentuk, dimurnikan dan berjalan bersama dalam tujuan yang sama yakni bersatu dengan Allah sendiri.

Pada rekoleksi bulan ini, yang bertepatan dengan 95 tahun mengenang jasa dan kehadiran para suster misionaris pertama kita yang berangkat dari Belanda, 11 Juni 1926, kita akan merenungkan makna “sukacita hidup persaudaraan.” Ada dua hal yang mendasar yang akan kita renungkan yakni; pertama, sukacita yang bersumber pada kasih Kristus sendiri dan pengalaman Santo Fransiskus yang mengalami Kristus dalam diri orang kusta yang dijumpainya. Kedua, kita akan merenungkan bahwa sukacita adalah wujud nyata dari semangat “Charitas”, dimana hati terbuka dan penuh cinta kasih serta riang gembira baik dalam komunitas maupun di tempat kerja, merupakan ciri khas dalam kehidupan persaudaraan dan kerasulan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *