BIARA CHARITAS SERAFIM

Jln. Taman Siswa No.110-Yogyakarta 55151

Demi kelangsungan dan mutu generasi penerus dalam hidup religius maupun karya kongregasi, para suster muda perluh dibekali engan pendidikan yang dibutuhkan. Kongregasi memberi kesempatan kepada para suster muda untuk menimba ilmu sebagai bekal pelayanan dikemudian hari.

Anggota Komunitas Serafim – Taman Siswa Tahun 2020 (Sr. M. Giovani FCh sebagai Pelayan Persaudaraan).

Untuk itu tanggal 20 April 1998, biara baru dan diberkati oeh Vikep DIY. Biara baru di Jl. Taman Siswa 110 Yogyakarta ini dibangun dari rumah lama yang dibeli dari dr. Mulyotaruno tahun 1983. Biara ini direnovasi dan dibangun menurut keburuhan para suster yang sedang menempuh studi.

              ‘’Serafim’’ sering kita kenal berkaitan dengan Stigmata St. Fransiskus. Namun ‘’Serafim’’ dapat juga kita kenali dalam kisah yang diceritakan oleh nabi Yesaya, ‘’Para Serafim berdiri disebelah atas-Nya, masing –masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!’’(Yes 6:2-3).

          Dalam kisah St. Fransiskus yang diceritakan kembali oleh Thomas Celano, Malaikat Serafim digambarkan dengan bentuk yang sama yakni mempunyai enam sayap.  Dua tahun sebelum Bapa kita dijemput ‘’saudara maut’’, ia bertapa di gunung La Verna. Ditempat inilah  malaikat Serafim menjumpainya.

             ‘’Disana tampak olehnya dalam suatu penglihatan Ilahi melayang sedikit diatasnya seorang pria mirip Serafim yang mempunyai enam sayap dan dengan tangan terentang dan kaki terikat bergantung di Salib. Dua sayap terangkat di atas kepalanya, dua sayap terbentang siap untuk terbang dan akhirnya dua sayap menyelubungi tubuhnya”. Setelah perjumpaan dengan malaikat Serafim itu, kita tahu dalam kisah selanjutnya, St. Fransiskus mengalami penderitaan akibat luka-luka yang ia alami.

           ‘’Tangan dan kakinya kelihatan tertembus paku di tengah-tengahnya.  Adapun kepala paku itu di tangan nampak dibagian dalam dan di kaki di bagian atas, sedang ujungnya menganjur disebelah lain. Tanda itu di bagian dalam tangannya adalah bundar, dan dibagian luar panjang. Dan secabik daging tampak seakan-akan ujung paku, yang terpukul bengkok dan terbalik. Demikian pun tanda-tanda paku tertera pula di kakinya dan menganjur diatas daging lainnya. Selanjutnya, lambung kananya seakan-akan tertikam tombak dan menunjukan perut, yang sering mengeluarkan darah, sehingga jubahnya dan cawatnya sering kenara darah suci itu.

       Malaikat Serafim adalah utusan Allah untuk menunjukan kemahakuasaan dan keluhuran Allah. Meluhurkan dan melaksanakan Sabda Allah adalah perutusannya. Semoga malaikat Srafim yang menjadi pelindung biara Charitas Tamansiswa, Yogyakarta ini selalu membimbing dan menyertai tugas studi para saudari FCh. Dengan demikian para saudari selain belajar dan membekali diri dalam hidup karya juga belajar menjadi “Bentara”Kristus. Bentara Kristus yang siap mengalami luka-luka penderitaan Kristus dalam kesetiaan akan tugas perutusan dan meluhurkan Allah dengan hasil studi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Komentar

  1. Imelda menulis:

    Selamat Malam suster, saya ada masalah dalam kehidupan apakah saya boleh bercerita tentang masalah saya Agar dapat jalan dalam menghadapi masalah saya
    Saya bingung harus cerita ke siapa

    1. web-admin menulis:

      Selamat Tahun Baru Mbak Imelda. Boleh Mbak Imelda.silahkan dengan senang hati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *