BIARA CHARITAS FATIMA-SURINAME

Klooster Fatima Calcutta. Straat 77 Paramaribo – SURINAME

Berkat Kasih Tuhan dan atas penyelenggaran Ilahi-Nya, Kongregasi Charitas menanggapi undangan Uskup dari Keuskupan Paramaribo. Pada hari Kamis, 2 Februari 2017, tibalah tiga Suster Charitas hadir di keuskupan Paramaribo Suriname, dengan tujuan kehadiran pelayanan Pastoral Parokial, Suster yang diutus oleh Kongregasi Suster St Fransiskus Charitas yakni Sr. M. Susana, FCh, Sr. M. Christine, FCh, Sr. M. Odilia, FCh.

Biara Fatima tampak dari depan

Kamis tanggal 12 Januari 2017 pkl. 17.30 WIB diadakan Perayaan Ekaristi untuk perutusan para suster yang akan berangkat bermisi ke Suriname dan ke Biara Charitas Masseo – Biak. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Aloysius Sudarso SCJ. Para suster yang diutus untuk karya baru di Paramaribo Suriname  yakni Sr. M. Susana FCh, Sr, M. Christine, FCh dan Sr. M. Odilia, FCh. Para suster yang diutus untuk karya baru di Biak yakni Sr. M. Lusiana FCh dan Sr. M. Maximiliani FCh. Dalam ibadat perutusan di Kapel Charitas Pusat Palembang, Sr. M. Susana FCh, masih berada di Jakarta untuk menyelesaikan administrasi pengurusan visa ke Suriname yang saat itu belum keluar dari Kedutaan Suriname.

Bandara Soekarno Hatta Jakarta 30 Januari 2017

Tanggal 30 Januari 2017 ke 3 (tiga) suster berangkat dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport (Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II) Palembang, menuju Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta International Airport (Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta). Tepat pkl. 00.00 melalui penerbangan Jakarta, ke 3 (tiga) suster yakni Sr. M. Susana FCh, Sr. M. Odilia FCh dan Sr. M. Christine FCh, berangkat menuju ke Amsterdam/Schipol dengan pesawat Emiraites, mereka transit di Dubai.

Bandara Schipol Amsterdam

Bersukacita karena sudah bertemu dengan Meneer Wim dan Pater Spanjers yang menjemput kami ke bandara

Disambut hangat oleh Bestuur dan Para suster

Syukur atas penyelenggaraan kasih Ilahi, pada hari Selasa sore, tanggal 31 Januari 2017 waktu Nederland tibalah ke tiga Suster tersebut di Roosendaal Belanda (Negeri Kincir) dalam keadaan sehat, selamat dan penuh sukacita. Di sana Meneer Wim, Dick, dan Pater Spanjers sudah menjemput ketiga suster  Charitas dan melanjutkan perjalanan menuju ke Biara  di Roosendaal Sta. Elisabeth.

Setibanya di Biara sore hari, mereka langsung dibawa ke Ruang Refter dan para Suster telah menunggu kehadiran ketiga suster  Charitas dari Indonesia. Mereka berkenalan dengan Suster Charitas Roosendaal yang saat itu masih 7 zuster, yakni Zr. Michael, Zr. Andrea V. Pamelen, Zr. Marina V. Vlimmeren, Zr. Yvonne Bouten, Zr. Arnolda Verschuren, Zr. Herminia Tak, dan Zr. Egidia Braak.

Komunitas Elisabeth Roosendal

Tiga hari tinggal di Biara Sta. Elisabeth Waterstraat, kami benar-benar bisa menikmati kebersamaan dengan para suster Charitas Roosendaal, juga dengan Bestuur yakni Ineke van de Kar (Voorzitster), Wim Joosten, Dik Leffers, dan Hilde Kemperman dan Pater Rektor yakni Pater Pierre Spanjers, beliau adalah anggota dari Missiecongregatie van Mill Hill. Dalam kebersamaan ini, kami melihat bahwa betapa bahagianya mereka dapat melihat para suster Charitas dari Indonesia dan begitupun sebaliknya. Selama tinggal di Belanda kami melakukan kegiatan bersama para suster untuk menemani di dalam kebersamaan dengan mereka (Doa, makan dan minum bersama), sebelum berangkat ke Suriname.  

Sebelum berangkat ke Paramaribo Suriname, Pater Rektor Spanjers mengadakan acara doa secara khusus untuk kami bertiga, Hal ini sungguh pengalaman berharga saat tinggal bersama para suster di Belanda, kesempatan yang indah dan luar biasa masih bisa berjumpa dengan para suster Charitas di sana. Bahwa berkat kehadiran dan adanya merekalah kami semua para suster Charitas Indonesia ada sampai sekarang ini karena kasih dan cinta mereka. Kami diberkati oleh semua suster. Rasa haru, bahagia, bangga, dengan semua pengalaman ini meski hanya beberapa waktu.

Akhirnya tibalah waktunya ketiga suster, meninggalkan Biara Sta. Elisabeth Roosendal Belanda dan melanjutkan perjalanan menuju Paramaribo Suriname. Pukul 05.00 pagi waktu Belanda kamisudah siap untuk berangkat, kami dijemput Zr. Albertine kekamar untuk sarapan pagi terlebih dahulu (beliau Moeder Overste Kongregasi Suster Fransiskan Mariadal) dan bersiap-siap karena pkl. 06.00 pagi Bus sudah datang, bersama Mevrouw Inneke ikut serta datang menjemput kami. akhirnya kamipun berpamitan ke Zr Alberthine dan langsung  menuju Airport Amsterdam/Schipol. Meneer Dick dan Mevrouw Inneke mengantar ketiga suster ke Paramaribo – Suriname.

kanan Sr Susanna, FCh (Zr. Albertine Moeder Overste Kongregasi Suater Fransiskan Mariadal)

Perjalanan yang menghabiskan waktu 9 (sembilan)  jam.  Para suster tiba di tanah terjanji yakni Suriname  pkl. 16.30 waktu Suriname, tepatnya pada hari Kamis, tanggal 2 Februari 2017.

Para suster setibanya di Bandara, masih harus mengantri di Imigrasi dan harus menunggu lama, dan bisa keluar pada pkl 18.00. Pada saat keluar dari Bandara ternyata begitu banyak umat yang menunggu untuk menjemputnya, suatu berkat bagi para suster Charitas. Beberapa umat yang dengan antusias menjemput mereka yakni : Bapak Roesman Darmohoetomo, Bapak Marius Koosman, Mw. Mercedes Koosman, Tante Netty Astrokarijo, Ibu Connie Sairoen, Ibu Lize Paiman, Bapak Andrikus dan Zr Egno Monk.

Zr Egno Monk, Zr. M. Christine, FCh, Zr. M. Odilia, FCh Zr. M. Susanna, FCh

Rombongan para suster dan umat tersebut, langsung menuju ke Biara Zr Egno Monk kami akhirnya tiba di Biara sudah malam hari pkl 19.40. di Biara tersebut kami dijamu dengan Soep yang namaya “Bravoe” dengan bahan dasar dari Ubi kayu, muntul/ubi rambat, ikan malam, pisang muda. Pengalaman pertama makan sambel asli di Suriname ternyata cabainya sangat pedas sekali, meskipun cabainya hanya sedikit. Welkom Paramaribo – Suriname.

Kegiatan di Paramaribo Suriname :

Minggu pertama – kedua, para suster masih banyak berkunjung ke keuskupan untuk berkenalan dengan Uskup (Mgr Choennie, Karel), Vikjen (Pater Kroos, Esteban) dan Sekretaris Meneer Paul Tjon Kim Sang, kami juga Para suster dibawa oleh Komisi yang sudah ditunjuk untuk keliling kebeberapa Gereja yang ada di Paramaribo, Sekolah Katolik, Ke Kedutaan RI di Suriname dan melihat situasi kota Paramaribo dan juga membeli beberapa keperluan kebutuhan untuk di Biara. Selama 2 (dua) Minggu Ibu Ineke van de Kar (voorzitster), Dik Leffers, kembali ke Nederland.

Perkenalan dengan Mgr Karel Choennie Bishop Paramaribo
Kunjungan ke KBRI Paramaribo

Beberapa bulan tinggal di Suriname masih belajar bahasa Belanda yakni pada sore hari pkl 16.00 s.d 18.00 bersama Zr. Egno Monk, selanjutnya para suster belajar di Sekolah Fatima yang terletak di belakang Biara dimana para suster tinggal. Sekolah Fatima merupakan sekolah TK dan SD, akhirnya para suster juga memperlancar bahasa belajar bersama dengan anak-anak di kelas 1-SD mulai pkl. 08.00 pagi sampai mereka selesai pkl 10.30. Setelah ada keputusan dari Uskup, maka para suster diberi kesempatan untuk belajar Bahasa Belanda bersama dengan Mevrow Inez Correia 2 (dua) kali dalam seminggu setiap pkl. 09.00 s/d pkl. 11.00 yakni pada hari Selasa dan Jumat.

Belajar bersama anak-anak di Sekolah Fatima

Sejak bulan Mei 2017 setiap hari kamis para suster ikut untuk berpastoral ke Rumah Sakit Vincentius bersama dengan team Pastoral dari Keuskupan dan setiap hari Senin dan Rabu ke Majella Rumah Lansia pkl. 08.00 s.d 15.00.

Pelayanan Pastoral di RKZ Vincentius Paramaribo Suriname
kunjungan pasien dalam pelayanan pastoral di RKZ Vincentius
kanan Mw Mollein Direktur Bejaardentehuis Gerardus Majella

Setelah beberapa bulan berada di Keuskupan Paramaribo Suriname, akhirnya para suster diajak visite melihat Rumah Sakit Vincentius, Rumah Sakit ini merupakan RS Katolik satu-satunya dan yang merupakan peninggalan “Kongregasi Zuster Van Liefde”. Melihat Sr. M. Christine FCh yang berijazah D3 Radiologi, dan Sr. M. Odilia FCh yang berijazah D3 Kebidanan, maka diusulkan bisa bertugas di Rumah Sakit Vincentius tersebut. Melihat tenaga suster yang berkarya di Rumah Sakit tersebut sudah tidak ada anggota yang muda lagi, sehingga tidak bisa melanjutkan karya Rumah Sakit, maka mereka menyerahkan rumah sakit ke Yayasan yang dikelola oleh Awam sejak tahun 2013, sebelum mereka meninggalkan rumah sakit dan kembali ke Nederland. Sehingga semua anggota suster yang berada di kepengurusan Yayasan Rumah Sakit Vincentius dikekola oleh awam, dan dimana nilai-nilai kekatolikan yang semula sudah ditanamkan, kini semakin memudar semenjak ditinggalkan oleh para suster.

Akhirnya sejak Senin, tanggal 2 Oktober 2017 s.d 31 Oktober 2018 Sr. M. Christine FCh, memulai tugas barunya dengan bertugas di Bagian Rontgen Rumah Sakit Vincentius Suriname dengan jadwal dinas setiap hari Senin s.d Kamis pkl. 09.00 s.d 15.00. Satu tahun kontrak di rumah sakit ini, Sr. M. Christine FCh, menjalani kebersamaan bersama-sama di Ruang Rontgen.

Rongen Afdeling

Tanggal 2 Januari 2018 s.d 31 December 2018 Sr. M. Odilia FCh, mulai bertugas di Ruang Persalinan Rumah Sakit Vincentius Suriname, dengan jadwal setiap hari Senin s.d Kamis pkl. 08.00 s.d 15.00. Selama satu tahun Sr. M. Odilia FCh, menjalani kebersamaan dengan teman-teman di Ruang Persalinan.

Verloskamer Afdeling
Verloskamer Afdeling

Sr. M. Paulina FCh tiba di Suriname pada hari Minggu tanggal  11 Maret 2018 bersama Sr. M. Henrika FCh sebagai Pemimpin Umum Kongregasi, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ sebagai Uskup Agung Keuskupan Agung Palembang – Indonesia. Kehadiran Sr. M, Henrika, FCh untuk Visitasi setelah satu tahun bermisi di Paramaribo – Suriname. Tanggal 21 Maret 2018 dilakukan Perayaan Ekaristi bersama Mgr. Aloysius Sudarso SCJ untuk pengukuhan Pelayan Persaudaraan baru (Sr. M. Paulina FCh) dari Pelayan Persaudaraan lama (Sr. M. Susana FCh).

Perayaan Ekaristi di Klooster Fatima Oleh Mgr Aloysius Sudarso dalam Kunjungannya Ke Paramaribo, dihadiri oleh Bapak Dubes Supratikto
Sertijab Sr. M. Susanna FCh ke Sr. M. Paulina, FCh sebagai Pelayan Persaudaraan

Mgr. Aloysius Sudarso SCJ dan Sr. M. Henrika FCh, selama 10 hari tinggal di Suriname dan pada tanggal 22 Maret 2018 kembali ke Indonesia bersama dengan Sr. M. Susana FCh.

Tanggal 01 Mei 2018 Sr. M. Paulina FCh, sudah memulai melakukan aktifitas berkarya di Rumah Lansia Majella setiap hari Senin – Kamis pkl 08.00 – 15.00, beliau bertugas di Bagian Perawatan sampai sekarang.

setelah menjalani satu tahun di RKZ Vincentius dan berakhirlah kontrak selama 1-tahun, per-bulan November 2018, Sr. M. Christine FCh memulai berkarya di Rumah Lansia Majella sampai dengan sekarang, dengan tanggung jawab tugas di Bagian Logistik dan sebagai Koordinator di Bagian Dapur.

Tanggal 4 February 2019 s.d 28 Juli 2020 Sr. M. Odilia, FCh, akhirnya bertugas di Rumah Lansia Majella di Bagian Administrasi Kepegawaian.

Pada bulan Agustus 2020 setelah pertemuan bersama DPU dengan para suster Charitas di Biara Fatima Suriname yakni  Sr. M. Paulina FCh, Sr. M.  Christine FCh dan Sr. M. Odilia, FCh, melalui Zoom, diputuskan bahwa Sr. M. Odilia FCh diberi tugas/tanggung jawab melihat peluang untuk karya kongregasi di sana di Paroki – Gereja St. Jozef Copieweg sebagai karya Propia.

Maka pada bulan Agustus 2020 Sr. M. Odilia FCh, memulai bertugas di Copiweg, yang mana sebelumnya telah ada pembicaraan dan persetujuan dari Mgr. Karel sebagai Uskup Paramaribo. Pelayanan di Copieweg Sr. M. Odilia FCh , baru dilakukan bersama Pater Fransiskus Mistrianto, CM dan bersama umat mempersiapkan untuk karya TPA (Tempat Penitupan Anak). Tempat Penitipan Anak ini di rumah yang sudah direncanakan oleh umat  Paroki St Jozef Copieweg, sekaligus membantu untuk tugas berpastoral di Gereja ini.

Sr. M. Odilia FCh telah mendapatkan Surat Tugas dari Keuskupan Paramaribo sejak tanggal 2 Februari 2021, tepat 4 (empat) tahun kehadiran para  Suster Charitas di Paramaribo – Suriname (ulang tahun ke 4 kehadiran para suster ber misi di sana).

Perayaan Ekaristi 4-Tahun di Bisdom Paramaribo

Pater dan Paroki dan Dewan Paroki Gereja St. Jozef menentukan jadwal untuk Sr. M. Odilia FCh jika ada umat setempat yang perlu pendampingan, membutuhkan konsultasi dengan jadwal setiap hari Selasa dan Rabu pkl 09.00 s.d 15.00 (diluar hari itu menyesuaikan).

Sejak bulan Agustus 2020, Pater dan para suster juga melakukan kegiatan JPIC dengan berkebun mengupayakan bercocok tanam sayur-sayuran, buah-buahan di lahan yang sudah dibersihkan disiapkan oleh umat, dengan tujuan bisa menjadi rol model dalam pola hidup sehat terhadap umat di sana. Mencoba melaksanakan JPIC bersama dengan umat sehingga umat pelan-pelan akan melihat, mengikuti bagaimana para suster bekerja bersama (berorganisasi), saling melayani sebagai bentuk pemberian diri kita terhadap Gereja bersama dengan umat.

beberapa planing yang akan dilaksanakan di Copieweg yakni :

  1. Pertama merenovasi rumah yang akan digunakan untuk (TPA) Tempat Penitipan Anak.
  2. Kedua untuk menyiapkan Play Group, jika TPA ini sudah berjalan baik, supaya kedepannya para suster dapat menyiapkan rumah biara para suster.

Perencanaan dan harapan inilah sebagai bentuk kehadiran para Suster Charitas di Paroki ini. Kita berharap kiranya Tuhan yang akan selalu menyertai dan bekerja di dalam segala segala rencana kita sehingga kehadiran kita menjadi berkat dan damai bagi umat dan masyarakat yang di jumpai dan di layani.

Dalam banyak hal para suster harus belajar khususnya mendalami Bahasa Belanda dan memahami karakter dan kultur  (budaya) orang-orang di Suriname baik itu di tempat berkarya maupun ketika berpastoral.

Para suster menyadari bahwa ditahap awal kehadiran para suster di sana tidaklah mudah, banyak tantangan, kesulitan dan perjuangan, dengan tekat dan percaya akan penyelenggaraan Roh Kudus, maka semuanya bisa dilaluinya, dengan memotivasi diri harus bisa kendati ada rasa suka tidak suka, mau tidak mau kita, namun tetap harus belajar dan belajar terus meski tidak jarang menjadi lelucon dan bahan tertawaan mereka karena masih belajar, pastinya dialek kita jauh berbeda dengan mereka yang sudah menjadi Bahasa ibu.  Intinya keberanian dan mau mencoba, bertekun pastinya disertai dengan rendah hati mau belajar dan berjalan bersama mereka pasti bisa.

Perutusan para suster Charitas di Suriname adalah sebagai misionaris di keuskupan yakni ikut ambil bagian dalam kegiatan berpastoral. Hal-hal yang dilakukan sejak kehadiran para suster Charitas di sana antara lain mengikuti kegiatan yang diadakan pada saat akhir pekan dalam pelayanan berpastoral bersama dengan Pater Fransiskus Mistrianto CM, beliau adalah sebagai Pastor Paroki di St. Jozef. Beliau hadir di bulan Juni 2017. Para suster bersama Pastor Paroki, membicarakan tentang karya pelayanan pastoral sejak saat awal para suster Charitas hadir di Suriname, bahwa semua serba baru, butuh waktu untuk beradaptasi, berproses dan mengenal budaya di sana dan sebagai orang baru juga melihat bagaimana persekutuan dalam hidup menggereja di keuskupan Paramaribo Suriname.

Pada waktu itu, Pater Fransiskus Mistrianto CM, menawarkan kepada para suster untuk ikut bersama beliau dalam berpastoral ketika beliau melayani di berbagai Gereja pada saat akhir pecan. Sebagai Pelayan Persaudaraan di Biara Charitas Fatima Sr. M. Susana FCh, menanggapi dan menyetujuinya. Selanjutnya para suster mulai aktif ikut bergabung dengan Pater saat berpastoral kadang bertiga dan kadang mereka berbagi tugas (fleksibel) dalam pelayanan patoralnya.

Di gereja St. Jozef Copieweg ini, sebagian umatnya keturunan Jawa dan Dewan Paroki saat itu adalah Meneer Lorenzo Samijo, meminta kepada Pater Fransiskus Mistrianto CM untuk mengadakan Perayaan Ekaristi dalam Bahasa Jawa. Akhirnya Pater Fransiskus Mistrianto CM meminta izin kepada kepada Mgr. Karel Choennie dan beliau mengizinkannya, sehingga kerinduan umat untuk misa dengan Bahasa Jawa bisa terlaksana.

Sejak bulan September 2017, umat bisa mengadakan Perayaan Ekaristi menggunakan Bahasa Jawa 1 (satu) kali dalam sebulan. Kendati untuk mengawali misa menggunakan Bahasa Jawa tidaklah mudah, namun karena umatnya cukup antusias dan ada kemauan yang kuat, maka Perayaan Ekaristi bisa dilaksanakan dengan baik setiap bulannya.

Untuk melihat kehidupan umat secara lebih dekat sehingga para suster dapat mendengarkan bagaimana pola kehidupan mereka dalam hidup berkeluarga dan menggereja maka para suster mencoba melakukan kegiatan live in di rumah – rumah mereka. Tentunya para suster juga telah mengkomunikasikan dan mendapat persetujuan dari Pastor Paroki tentang maksud dan tujuan mengadakan live in  dengan menginap di rumah umat yang berbeda.

Selain aktif berpastoral para suster juga, terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk Gereja OLV van Fatima. Gereja ini adalah Gereja Paroki dimana para suster ini tinggal dan masih ada beberapa Gereja lainnya. Melihat perawatan pemeliharaan gedung Gereja sangat mahal, di samping itu kekurangan Imam yang berkarya di keuskupan di sana,  maka kita bisa membayangkan bahwa bangunan/gedung Gereja kurang terawat dengan baik, juga keterlibatan umat terhadap pemeliharaan Gereja masih sangat kurang.

Perutusan selanjutnya, Minggu tanggal 18 Oktober 2020 Perayaan Ekaristi dan doa perutusan dilakukan di Biara Charitas Induk St. Immaculata untuk Sr. M. Flora, FCh dan Sr. M. Christine FCh sebelum berangkat ke tanah Misi – Suriname.

Jumat, 23 Oktober 2020 pkl. 19.00 WIB, Sr. M. Flora FCh dan Sr. M. Christine berangkat ke Suriname bersama dengan 2 (dua) Imam Diosesan dari Keuskupan Tanjung Karang yakni RD Agustinus Sudaryanto dan RD Kristovorus Susanto, mereka tiba di Keuskupan Paramaribo Suriname pada hari Jumat, 23 Oktober 2020 pk. 16.00 waktu Suriname.

Berhubung para suster dan pastor tiba masih dalam masa Pandemi Covid-19, maka mereka langsung karantina di Asewatono sampai 2 November 2020, setelah selesai menjalani karantina Sr. M. Flora FCh langsung hadir di Biara Charitas Fatima. Sr. M. Flora FCh di sana tetap fokus untuk belajar Bahasa Belanda bersama 2 (dua) Imam Diosesan Keuskupan Tanjung Karang yang dilakukan di rumah Uskup bersama dengan dua Suster Kongregasi Oblade Maria dari Brazil dan satu Imam Kongregasi Redemptoris dari Brazil, sejak bulan November 2021. Belajar/kursus dilaksanakan setiap hari Senin s.d Jumat.

Tanggal 18 Januari 2021 Sr. M. Flora FCh, melanjutkan kursus Bahasa Belanda secara online pada EBC Taal 3 (tiga) kali seminggu pada hari Senin, Selasa, dan Kamis sebagai pengajarnya dari orang Belanda yakni Mevrouw Mirjam Pooelen. Tanggal 10 Maret 2021 Sr. M. Flora FCh, sudah mulai untuk orientasi di keuskupan Paramaribo di Bagian Administrasi Keuangan setiap hari Rabu dan telah dilakukan sampai sekarang. Tanggal 28 April 2021, Mgr Karel Choennie telah membacakan Surat Tugas dari Voorziter (Ketua Yayasan Majella) meminta Sr. M. Flora, FCh selama 2 (dua) hari agar membantu di Bagian Administrasi Keuangan di Rumah Lansia Majella. Tepat pda tanggal 2 Februari 2021 tepatnya 4 (empat) tahun kehadiran Suster St. Fransiskus Charitas di Keuskupan Paramaribo Suriname.

lihat foto-fota lengkap di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *