Bahan Rekoleksi Komunitas FCh

Sessi II/ Pagi

“Perawan yang Dijadikan Gereja”

Bahan Renungan

Doa Santo Fransiskus Assisi: Salam Kepada Santa Perawan Maria (SalMar) 1-5:

  • ( 1) Salam, Tuan Putri, Ratu Suci, Santa Bunda Allah, Maria; Engkau adalah Perawan yang dijadikan Gereja,
  • (2) dipilih oleh Bapa yang Mahakudus di surga, dan dikuduskan oleh Dia bersama dengan Putra terkasih-Nya yang Mahakudus serta Roh Kudus Penghibur.
  • (3) Dalam dirimu dahulu dan sekarang ada segala kepenuhan rahmat dan segalanya yang baik.
  • (4) Salam, istana-Nya; salam, kemah-Nya; salam, rumah-Nya.
  • (5) Salam, pakaian-Nya; salam, hamba-Nya; salam, bunda-Nya, serta kamu semua, keutamaan yang Suci yang oleh rahmat dan penerangan Roh Kudus ke dalam hati kaum beriman, untuk membuat mereka yang tidak setia menjadi setia kepada Allah.

Renungan

Para saudari yang terkasih, kita akan menimba pengalaman iman dari doa santo Fransiskus Assisi yakni doa Salam Kepada Santa Perawan Maria atau disingkat SalMar. Melalui doanya ini, Bapa Fransiskus menghormati Bunda Maria sebagai “Tuan Putri, Ratu Suci, Santa Bunda Allah, dan Perawan yang dijadikan Gereja.”

Santo Fransiskus Assisi sangat berdevosi dan sangat mengagumi Bunda Maria. Ia memberi gelar khusus kepadanya yakni, “perawan yang dijadikan Gereja”. Istilah“perawan yang dijadikan Gereja” adalah ungkapan yang berakar dalam teologi patristik. Pada awal abad pertengahan, arus tradisi ini memengaruhi hidup beriman Fransiskus. Sebutan Maria sebagai “perawan yang dijadikan Gereja” (= virgo ecclesia facta) harus diartikan dalam hubungan dengan ayat berikutnya: “dipilih oleh Bapa yang  Mahakudus  di  surga,  dan  dikuduskan  oleh  Dia  bersama  dengan  Putra  terkasih-Nya  yang Mahakudus serta Roh Kudus Penghibur.”

Apa yang dimaksud“Perawan yang dijadikan Gereja”? Santo Fransiskus Assisi mengakui bahwa “Maria adalah Gereja yang pertama.” Melalui rahimnya, Yesus, kepala Gereja, hadir pertama di dunia ini. Lalu dari Maria, kita belajar untuk menjadi Gereja. “Menjadi Gereja” berarti kita harus “mengandung Kristus”. Mengandung Kristus dapat diwujudkan dengan cara: terbuka akan rahmat

Allah, keluar dari diri sendiri (ego), memberikan diri, dan membiarkan Allah hadir serta masuk dalam diri kita. Dengan demikian, kita membuka diri untuk menjadi “tempat tinggal Allah,” “rumah-Nya,” dan “istana-Nya.”

Maria membuka dirinya menjadi “rumah,” “istana,” dan “tempat tinggal” yang sederhana bagi Allah. Ia membiarkan “Sang Pemilik Rumah” berkreasi dalam dirinya. Dari Maria kita belajar bagaimana kita membuka diri untuk menjadi “rumah” bagi Tuhan. Menjadi “rumah” bagi Tuhan berarti kita harus berani meninggalkan diri kita sendiri dan memberi ruang seluas-luasnya bagi Allah untuk bekerja pada diri kita. Karya dan hidup kita bukan lagi tentang diri kita. Bukan juga pewartaan tentang diri kita, tentang kehebatan kita, tentang idealitas kita atau tentang mimpi- mimpi kita, melainkan tentang Kristus. Menjadi “rumah” bagi Tuhan hanya mungkin bila kita mau melepaskan diri, tidak lagi menganggap diri penting, dan berani meninggalkan ego untuk diakui dan dipuja.

Kesanggupan Maria menjadi “gereja” atau “rumah” bagi Allah, lahir dari penyerahan hidupnya yang total pada Allah, kesederhanaan jiwanya, kemiskinannya, dan ketergantungannya dengan Allah. Kesanggupannya menjadi “gereja” atau “rumah” bagi Tuhan, diwujudkan dengan keberaniannya menjawab “Ya” atas kabar yang dibawa oleh Maleikat Gabriel, meskipun segala suatu masih misteri baginya.

PR Perwujudan Konkret

Berani dan mau meninggalkan diri kita sendiri dan sekaligus/ serentak memberi ruang seluas- luasnya bagi Allah untuk bekerja pada diri kita.

Refleksi

  1. Apakah aku sungguh menyerahkan hidupku secara total dan tulus pada Allah?
  2. Apakah aku siap menjadi “gereja” atau “rumah” bagi Allah?
  3. Apakah aku memiliki kesederhanaan jiwa, kemiskinan roh dan ketergantungan pada Allah
  4. Bagaimana aku mengungkapkan kesederhanaan jiwa, kemiskinan roh dan ketergantungan- ku pada Allah? Berilah contoh.

Charitas=belarasa-yang-tak-terbagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *