Page 4 - Suara Charitas Apr-Jun 2024
P. 4

SALAM
    REDAKSI


                                       Mengalami Kasih Tuhan dalam

                                       Keragaman dan Kerapuhan

                                       Sr. M. Patricia FCh
                                                   berkomunikasi dengan mereka; dari sudut
                                                   pandang relasional yaitu mendengarkan dan
                                                   menghargai sudut pandang yang berbeda.
                                                       Tantangan yang dihadapi saat ini
                                                   adalah menerima kelemahan diri sendiri
                                                   dan kelemahan orang lain. Kita cenderung
              Keragaman      dan      perbedaaan   menolak pribadi tertentu untuk hidup
          merupakan keunikan diri  seseorang dan   bersama dengan kita, belum netral
          menjadi ciri jati dirinya atau identitasnya.   dalam hidup persaudaraan, cenderung
          Keragaman merupakan fenomena yang        menggunakan pola pikir kita sendiri sebagai
          kompleks. Kompleksitas ini  tidak boleh   sebuah kebenaran. Kita masih bergulat
          dilihat sebagai batasan yang tidak dapat   untuk mengakui kerapuhan diri sendiri
          diatasi namun sebagai sebuah realita yang   padahal  kerapuhan  harus diakui,  diterima
          mengembangkan dan mendewasakan setiap    sebagai bagian dari jati diri kita. Kita diajak
          pribadi. Keragaman dianggap sebagai      dan diundang untuk selalu kembali pada diri
          peluang dan “kekayaan” yang memberikan   kita sendiri dan mengolah diri kita setiap
          pencerahan. Identitas seseorang tidak    hari.
          semata-mata didasarkan pada kepemilikan
          alamiah (keluarga, wilayah, marga…), tetapi   Cinta Tuhan dalam Kerapuhan Manusia
          pada kesadaran dan penerimaan akan nilai-    Kerapuhan Adam: Dalam kisah
          nilai religius kristiani yang menyatukan   Kejadian (1-11) kita mulai dari Adam,
          sehingga kita dapat hidup berdampingan   makhluk duniawi, yang rapuh dan bisa
          dengan orang lain karena adanya pengakuan   berbuat salah, sama seperti kita semua.
          dan penerimaan ‘keberbedaan’. Keragaman   Namun Tuhan selalu ada, ketika laki-laki dan
          dapat juga dimaknai sebagai sebuah       perempuan merasakan batas kemampuannya
          kreativitas. Kreativitas menjadikan realita itu   (merasa  telanjang).  Adam  dan  Hawa  sadar
          hidup dan indah.                         telanjang, rapuh, namun mereka “didandani
              Dalam persaudaraan, kita hidup dalam   oleh Tuhan” karena Tuhan mencintai. Cinta
          sebuah keragaman dan kerapuhan. Dalam    Tuhan memampukan kita untuk menerima
          pengertian umum, istilah kerapuhan (dalam   kelemahan diri sendiri maupun orang lain.
          bahasa latin  frangere), berarti sesuatu yang   Penindasan Bangsa Israel: Tuhan
          dapat pecah, tidak memiliki perlawanan dan   telah memelihara manusia sejak awal mulanya,
          dapat menganggu; menunjukkan sesuatu     dan seluruh sejarah Israel adalah kesaksian
          yang rumit, yang membutuhkan kehati-     akan hal ini: Dia “mengetahui” kondisi
          hatian. Berhadapan dengan sebuah realita   Israel,  dan  datang  untuk  menempatkan
          tersebut, penting sekali memiliki sikap   dirinya di  tempat penindasan, menderita
          “terbuka”, fleksibel, kemampuan untuk saling   bersama umat-Nya. Tuhan, dalam sejarah,
          menerima dan saling menghargai. Membuka   menunjukkan kuasa kebangkitan-Nya dalam
          diri  dapat  menumbuhkan kedewasaan      kelemahan salib. “Wajah-Nya” dinyatakan
          pribadi, mengembangkan diri sendiri dan   kepada kita secara penuh melalui Putra,
          orang lain, memahami orang lain, dan     Yesus Kristus, Sabda yang berinkarnasi.

          Suara Charitas 4
   1   2   3   4   5   6   7   8   9