Page 6 - Suara Charitas Apr-Jun 2024
P. 6
SPIRITUAL
Merawat Keragaman dan Merangkul Kerapuhan
dalam Semangat Belarasa-yang-tak-terbagi
Sr. M. Fransita FCh
Hidup dalam persaudaraan adalah dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain;
kenyataan yang membahagiakan dan usia, jenis kelamin, etnis, agama, orientasi
merupakan anugerah dari Allah, namun seksual, disabilitas, pendidikan, kebangsaan
sekaligus menjadi sebuah “tantangan”, dan keragaman lain. Dalam persaudaraan
sebab di dalam komunitas, dimana kita Charitas, bagaimana memaknai keragaman?
berbagi dan mewujudkan kasih, juga menjadi Apakah nilai pemersatu dari keragaman?
tempat dimana keragaman, kerapuhan dan Cara hidup “Charitas” merupakan
keterbatasan kita, dapat melukai sesama spiritualitas yang menyatukan setiap pribadi
yang lain. Ketika seseorang hidup sendirian, dalam keragaman serta menjadi kekuatan
mungkin dapat menghibur atau menipu membangun persaudaraan sehingga kita
diri sendiri dengan mengatakan; “Saya dapat hidup berdampingan-harmonis
mampu mencintai”. Namun dengan hidup serta bekerja sama. Kerja sama dan hidup
dalam komunitas, kita menyadari untuk yang harmonis dalam persaudaraan,
mencintai sesama yang lain, membutuhkan mengandaikan kita bersama menyadari dan
pengorbanan, belarasa yang total, dan memaknai keragaman sebagai kekuatan
kerendahan hati. Lebih mudah bagi kita, dan bukan kelemahan. Dalam keragaman,
memilih orang-orang yang sesuai dengan kita belajar menghormati dan menerima
kita, yang mempunyai kedekatan tertentu, karakteristik setiap individu serta menghargai
dan memiliki pikiran dan seperasaan dengan keunikan setiap pribadi. Persaudaraan dalam
kita. keragaman merupakan sekolah cinta kasih
Apakah dalam komunitas-komunitas dimana kita saling mengembangkan dan
persaudaraan, kita menyadari bahwa kita menguduskan.
dipanggil untuk menjadi komunitas Kristen Dua unsur nilai yang dapat
sejati dan membangun persaudaraan mempersatukan dalam menghidupi dan
formatif? Apakah kita berusaha dan menghayati keragaman, yakni: Pertama, kasih.
percaya setiap hari untuk menempatkan Persaudaraan atau hidup komunitas, dimulai
Tuhan, sebagai pusat kehidupan dan dari hati yang terbuka dan digerakkan oleh
jantung persaudaraan kita? Bagaimana kita kasih. Hal ini menggarisbawahi persekutuan
mewujudkan semangat atau jiwa belarasa- hidup dan hubungan interpersonal, harus
yang-tak-terbagi dalam persaudaraan di tengah dibangun di atas kasih. Kasih adalah landasan
komunitas, Gereja dan masyarakat? Kita hidup persaudaraan. Kasih Allah yang
dipanggil untuk menjadi seorang “Charitas” menciptakan persekutuan persaudaraan.
dengan merelakan kepentingan diri sendiri Kedua, kesetiaan. Kita mesti menghidupi
dan mengalahkan keegoisan diri, untuk persaudaraan melalui kesetiaan pada norma-
mendukung dan memberikan kepercayaan norma yang disepakati bersama, partisipasi
yang baik kepada orang lain, serta saling dalam tindakan bersama, kerjasama dalam
mengasihi dalam keragaman dan kerapuhan pelayanan bersama. Tidak jarang, ada yang
pribadi masing-masing. melihat norma-norma dan peraturan sebagai
Keragaman Sebagai Kekuatan hal yang mengekang kebebasan manusia.
Keragaman merupakan realita manusia Bagaimana persaudaraan bila
dan semesta alam. Keragaman yang ada ditatapkan pada kebebasan manusia? Hakikat
Suara Charitas 6

