Page 7 - Suara Charitas Apr-Jun 2024
P. 7
kebebasan manusia menghadapkan kita hal yang melukai, komunitas menjadi sekolah
pada struktur egonya yang penuh teka-teki. cinta kasih untuk belajar pengampunan.
Kebebasan esensial seperti apa yang dapat Komunitas menjadi sekolah cinta kasih
kita kembangkan? Kebebasan yang bisa dalam memahami apa artinya menjadi
kita kembangkan misalnya, kebebasan batin. saudara dalam sekolah Injil dan belajar untuk
Untuk hidup sebagai saudara dan saudari, saling mencintai. Namun mencintai adalah
diperlukan “jalan pembebasan batin” yang kenyataan yang sulit, ia tidak datang dengan
sejati. Sama seperti Israel, yang terbebas sendirinya, ia membutuhkan pendidikan,
dari Mesir, menjadi Umat Allah setelah sebuah “sekolah cinta kasih”, di mana
berjalan lama di padang gurun di bawah “kebaikan dipupuk, diajarkan, disalurkan
bimbingan Musa, demikian pula komunitas dalam praktik sehari-hari dan melalui latihan
yang termasuk dalam Gereja, Umat Allah, yang terus-menerus”. “Komunitas, dengan
dibangun oleh orang-orang yang telah menjadi “Schola Amoris” yang membantu kita
dibebaskan dan dibebaskan oleh Kristus. bertumbuh dalam cinta terhadap Tuhan dan
Kita mengalami pembebasan dari “luka-luka saudara-saudara kita, juga menjadi tempat
batin”, dendam, kebencian, dan dari berbagai bertumbuhnya kemanusiaan” (Congregazione
sikap negatif lainnya. Kita dibuat mampu per gli Istituti di Vita Consacrata e le Società di
mencintai dengan caraNya Tuhan, melalui Vita Apostolica, La Vita Fraterna, op. cit., n.
karunia cintaNya yang membebaskan dan 35).
penerimaanNya yang tanpa syarat. Merangkul Kerapuhan
Kebebasan untuk saling mengenal. Untuk
menjadi saudara dan saudari perlu saling Kita dapat membangun persaudaraan
mengenal. Untuk saling mengenal, rasanya dengan semangat belarasa-yang-tak-terbagi
sangat penting untuk berkomunikasi secara dengan menghidup spritualitas Kenosis (gerak
lebih luas dan mendalam. Mengenal satu sama turun), keluar dari diri sendiri, dan melentur.
lain melibatkan aspek komunikasi dan relasi. 1. Gerak Turun-Kenosis “Aku telah
(Yohanes Paulus II, Esortazione Apostolica mengamati kesengsaraan umat-Ku di Mesir
Post-Sinodale: Vita Consacrata, op.cit., n. 19). dan telah mendengar seruan mereka karena
Komunikasi yang dimaksud mengandaikan para pengawas mereka: Aku mengetahui
adanya keterbukaan hati dari kedua belah penderitaan mereka. Aku turun untuk
pihak, saling mendengarkan dan saling membebaskan dia dari kekuasaan Mesir
memberikan masukan. Ketika ada sesuatu dan membawanya keluar dari negeri ini ke
Suara Charitas 7

