Page 8 - Suara Charitas Apr-Jun 2024
P. 8

negeri yang indah dan luas, ke negeri yang   memiliki, namun dengan memberi, bukan
          berlimpah susu dan madu” (Kel. 3:7-8).   dengan   mendominasi    tetapi  dengan
              Tuhan turun dan mendekat untuk       membantu, bukan dengan memerintah
          “membawa kita naik” menuju “negeri yang   namun dengan melayani. Jalan persaudaraan
          berlimpah susu dan madu”. Kasih-Nya      selalu merupakan perjalanan pelepasan diri
          memanggil kita untuk melupakan diri sendiri   dari diri sendiri, dan belajar percaya kepada
          agar bisa memperhatikan sesama. Kasih    Allah  dan  sesama.  Lebih  dari  segalanya,
          benar-benar  mencapai  puncaknya  ketika   menerima orang lain sebagai saudara dan
          ia mendekati kesusahan orang lain dengan   saudariku sehingga kita semua adalah
          kebajikan, dan semakin ia turun dengan cinta   gambar dan rupa Allah.
          terhadap hal-hal yang sederhana, semakin     3. “Melentur” merupakan cara yang
          kuat ia mencapai yang agung. Seolah-olah   lembut untuk membangun persaudaraan
          mengatakan: kemampuan merendahkan        sejati.  Sikap  statis  dan  kaku  merupakan
          diri terhadap saudaranya, terutama terhadap   salah satu penyebab ketidakbahagiaan dalam
          orang yang paling membutuhkan membawa    persaudaraan dan halangan dalam merawat
          kelimpahan kasih dan sukacita dalam      keragaman serta merangkul kerapuhan.
          persaudaraan. Kerendahan hati dapat      Sikap “melentur” adalah sikap keterbukaan,
          menjadi sikap yang autentik, kebaruan    mendengarkan, “membungkuk” satu sama
          yang sejati dan mendasar, dimensi yang   lain adalah untuk kebaikan dan keselamatan
          “merangkul” semua orang, cara konkrit    bersama. Faktanya, dalam Kitab Suci, ada
          mengungkapkan kasih persaudaraan.        beberapa sikap “melentur”, “membungkuk”,
              2. “Keluar dari diri sendiri” berarti   misalnya Yesus yang membungkuk untuk
          meninggalkan konsentrasi pada diri sendiri   membasuh kaki murid-murid-Nya. Dan
          untuk menemukan pusatnya pada orang lain   perintah-Nya, kita mesti melakukan hal yang
          dan dengan demikian mengakui kehadiran   sama (Yoh. 13:14-15). Persaudaraan tidak
          orang lain. Ini tentang mengubah cara    akan ada tanpa adanya sikap saling menerima,
          berpikir kita, melakukan “eksodus dari   terbuka, mendengar, dan “membungkuk”
          diri kita  sendiri”  dan proyek pribadi.  Kita   dalam pelayanan yang dilakukan dengan
          menyadari esensi diri kita bukan dengan   penuh suka cita.

          Suara Charitas 8
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13