Page 9 - Suara Charitas Apr-Jun 2024
P. 9
Ekaristi: “Merangkul Salib” dan
Bangkit!
Logika cinta sampai akhir (Yoh 13:1),
yaitu ketekunan dalam cinta terhadap
musuh, dalam cinta yang tidak memerlukan
timbal balik, tanggap, mengalami kecukupan,
cinta yang juga memiliki keterbukaan
untuk “merangkul” salib. Kasih yang total
merupakan inti Ekaristi yang menjadi jiwa
dalam menghidupi persaudaraan. Belarasa-
yang-tak-terbagi lahir dari cinta sampai akhir
ini.
Persekutuan persaudaraan adalah lain dalam kasih persaudaraan.
cerminan cara Allah berada dan memberikan Permasalahan yang dialami dalam
diri-Nya. Dengan kata lain, tidak mungkin komunitas kita, sering kali justru bersumber
mencintai orang lain tanpa mencintainya di dari kurangnya relasi kasih bersama Tuhan.
dalam Tuhan. Ini adalah satu-satunya cara Komunitas dialami sebagai suatu kelompok
untuk menghindari menjadikan sesama manusia, yang dipersatukan oleh kepentingan
saudari sebagai objek kepemilikan. Hanya bersama, oleh ketertarikan. Namun kurang
melalui hati Allah, kita dapat menyambut mengalami sesama saudari sebagai “hadiah”;
keragaman dengan keterbukaan dan cinta. “mereka tidak memilih satu sama lain untuk
Unsur penting dalam cinta, tentu saja hidup bersama.” Hadiah itu, hendaknya,
komunikasi, yaitu berbagi pengalaman. Kita membawa kita kembali kepada Si Pemberi:
harus berani meruntuhkan “pertahanan- kepada Tuhan. Hal ini tentang membawa
benteng diri kita” dan mendekati saudara persaudaraan kembali ke pusatnya: kepada
dan saudari kita dengan penuh kepercayaan Tuhan karena hanya dari cinta tanpa syarat
dan kebenaran, menghilangkan penilaian kepada Tuhan barulah persaudaraan kita
dan prasangka. Dengan cara ini, dibangun muncul.
sebuah relasi kasih dan komunikasi yang Persaudaraan hanya bermula pada
saling mendengarkan dan menerima, Tuhan. Pertama-tama, ini adalah anugerah
sehingga tidak ada orang asing dalam sebuah dari Tuhan, Dialah asal mula, landasan dan
persaudaraan. menjadi segalanya. Ini adalah anugerah yang
Persaudaraan dimulai dengan tindakan Tuhan berikan kepada mereka yang dipanggil-
kerendahan hati yang memungkinkan Nya untuk hidup bersama, dan seperti setiap
seseorang turun ke kedalaman kerapuhan. anugerah, hal itu diungkapkan dalam sebuah
Kerendahan hati yang berarti menerima komitmen. Komitmen untuk menjaga
kerapuhan, tanpa ilusi dan percaya bahwa pemberian; untuk mengembangkannya
di rawa pun sekuntum bunga bisa tumbuh. dalam sikap-sikap yang terbuka untuk saling
Pada kenyataannya, tidak ada situasi di mana menghargai dan menerima, dalam tindakan-
Tuhan tidak bisa menjadi Juru Selamat. tindakan kecil sehari-hari yang dilakukan
Kekuatan suatu komunitas ditentukan atas dasar cinta yang tanpa syarat. Mari terus
oleh kualitas rekonsiliasi yang terjalin antar berjuang dan belajar dalam sekolah cinta
saudari. Komunitas religius kemudian kasih, merawat keragaman dan merangkul
menjadi tempat di mana seseorang belajar kerapuhan dengan jiwa belarasa-yang-tak-
setiap hari untuk membarui diri, saling terbagi.**
mencintai dan saling menerima satu sama
Suara Charitas 9

