Page 8 - Suara Charitas Jan-Mar 2024
P. 8
Kita akan mendalami makna dan murid-murid-Nya diundang juga ke
persaudaraan dengan belajar dari Keluarga perkawinan itu.” Mereka hadir memenuhi
Nazaret. Secara khusus melalui kehadiran undangan dari tuan rumah yang sedang
Bunda Maria dan Tuhan Yesus pada memiliki hajatan tersebut.
saat sebuah keluarga mengadakan pesta Kedua, peka atas keadaan dan situasi
perkawinan di Kana (Yoh 2: 1-11). Kita kekurangan sesama di sekitarnya. Pada
belajar dari Yesus yang meneladan Bunda- pesta perkawinan di Kana, Bunda Maria,
Nya, menghidupi nilai persaudaraan dalam seorang perempuan bijaksana, melihat
kehidupan bersama orang lain. masalah serius bagi kedua mempelai:
Ada beberapa unsur atau aspek hidup anggur, simbol sukacita pesta, telah habis.
persaudaraan yang dilakukan oleh keluarga Maria mengetahui adanya kesulitan dan
Nazaret, yang dapat menginspirasi kita bertindak dengan cepat dan hati-hati.
untuk mewujudkan persaudaraan di Bunda Maria tidak sekedar menonton.
dalam hidup berkomunitas maupun Dalam waktu singkat, ia menemukan
dalam perutusan kita di tengah Gereja dan dimana letak masalahnya, tetapi lebih
masyarakat dunia. dari itu, ia berpaling kepada Yesus dan
Pertama, hidup bermasyarakat mengajukan kepada-Nya persoalan
sebagai makhluk sosial. Bunda Maria yang nyata: “Mereka kehabisan anggur.”
dan Yesus membangun hidup keluarga Dan ketika Yesus mengatakan padanya
mereka dengan tetap menjadi bagian dari bahwa sekarang belum tiba waktunya
masyarakat. Unsur hidup bermasyarakat bagi Dia untuk menyatakan diri-Nya,
atau aspek sosial tetap menjadi hal yang Maria mengatakan kepada para pelayan:
penting. “… ada perkawinan di Kana yang “Lakukanlah apa pun yang Dia katakan
di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus padamu.”
Suara Charitas 8

