Page 5 - Suara Charitas Jul-Sep 2024
P. 5
Ekaristi menyembuhkan
setiap manusia yang terluka
dalam persaudaraan. Ketika dosa
telah menyangkal kita sebagai
sesama saudari dan saudara dan
menempatkan kita dalam hubungan
yang penuh pertentangan dan
persaingan, Ekaristi membuat kita
“duduk diam di meja yang sama”
dengan Tubuh dan Darah Kristus
sebagai anak-anak dari Bapa yang murid-murid-Nya dan bersama kita masing-
sama dan karena itu bersaudara dan saudara masing: “saling membasuh kaki kita,” yaitu
perempuan satu sama lain. Di dalam Kristus, merendahkan diri dan mengabdi kepada
kita menjadi “Satu Tubuh”, yang tidak ada sesama saudari kita. “Cuci kaki mereka,
perpecahan dan perselisihan. Dosa dan wajah mereka, hati mereka dengan cinta
kelemahan dapat disembuhkan oleh Kristus dan belas kasihan Tuhan.” Untuk alasan
yang menyatukan persaudaraan kita. Dalam ini, ingatlah Kasih Yesus bukan sekedar
Kristus, dalam ekaristi, kita diundang untuk mengenang, namun menghayati kasih ini
saling mengampuni dan saling merendahkan kepada saudara-saudari kita saat ini dalam
diri. Ekaristi menjadi penyembuh dan kehidupan komunitas.
membawa keselamatan; persaudaraan Persaudaraan Ekaristi ini tidak hanya
ekaristi pun menjadi penyembuh dan diungkapkan pada saat perayaan saja, namun
pembawa keselamatan. Terbukakah diriku diperluas dan diperdalam dalam hidup harian.
untuk menjadi seorang penyembuh bagi Persaudaraan yang diwujudkan dalam Kristus
diriku sendiri dan bagi sesama saudariku? ini, harus bersifat universal. Ekaristi menjadi
Dalam konstitusi 705 dikatakan: pola persaudaraan untuk menghidupi dan
“Menjadi Charitas” dalam persaudaraan berarti menghayati hidup komunitas. Persaudaraan
merelakan nyawa untuk kebaikan dan keselamatan ekaristi mendorong kita untuk hidup dalam
sesama; dan menjadikan sesama semakin berdaya, misteri Paskah; Roh diperbarui dalam
mandiri, sembuh, dan bebas. Kongregasi sebagai setiap perayaan sebagai Perjanjian Baru,
persaudaraan Charitas dengan demikian bergerak cinta terhadap sesama saudari dan musuh
dan berjalan menuju Allah sendiri yang adalah bukanlah sebuah utopia, tetapi menjadi
“kasih”, dan kita semua adalah saksi-saksi
cinta kasih ilahi. Kita mendapat undangan yang sebuah kemungkinan dan sebuah komitmen
sama untuk berani berkurban; memberikan diri karena Kristus mencurahkan karunia-Nya ke
untuk menjadi seorang penyembuh dan membawa dalam hati kita yaitu Roh Kudus. Buah Roh
keselamatan bagi sesama saudari yang tinggal dari keberadaan Ekaristi sehari-hari adalah
bersama dengan kita. kepercayaan, kebebasan jiwa, komitmen yang
Perayaan Ekaristi adalah perayaan tenang untuk lebih memahami realitas, dialog,
yang mentransformasi kita menjadi rukun dalam bekerja sama, kemurahan hati,
seorang pribadi ekaristi bagi kehidupan pengampunan, dedikasi dalam hubungan
dunia. Dalam Ekaristi, Yesus mengajak interpersonal, kebenaran demi kebaikan
seluruh komunitas murid untuk meneladani bersama. Dan dengan persaudaraan ekaristi
dinamika kehidupannya, untuk “diambil”, menjadi cara kita berada dan menghayati
“dipecahkan” dan “dibagikan” dengan kehidupan yang mengubah kehidupan
menjadi roti hidup bagi kita semua. Ya, untuk menjadi ucapan syukur yang tanpa akhir.
mengingat pemberian diri-Nya kita harus Semoga.**
melakukan apa yang Tuhan lakukan terhadap
Suara Charitas 5

