Page 6 - Suara Charitas Jul-Sep 2024
P. 6
SPIRITUAL
Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak Hidup
Beriman yang Mendasari Hidup Persaudaraan.
Sr. M. Rafael FCh
Ekaristi berasal dari kata Eucharistia menjadi pengingat bagi umat manusia akan
artinya puji syukur. Di dalam Perayaan karya penyelamatan-Nya. Tetapi, oleh karena
Ekaristi, Gereja merayakan puji syukur atas keberdosaan manusia, hubungan kesatuan
karya penebusan Yesus Kristus. Sebagai manusia dengan Allah menjadi tidak
umat Katolik, Ekaristi menjadi sumber dan sempurna. Dan kehadiran Yesus ke dunia,
puncak hidup Gereja dan jantung hidup menjadi jembatan untuk mempersatukan
Gereja (bdk. LG 11). Jelas dituliskan dalam kembali umat yang jauh dari Allah. Gereja
Kis 2:42 “Dengan bertekun dan dengan hidup dari Ekaristi. Pengalaman iman sehari-
sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari hari menegaskan hakikat misteri Gereja.
dalam bait Allah. Mereka memecahkan roti Kesatuan manusia dengan Kristus nyata
di rumah masing-masing secara bergilir terjadi dalam Ekaristi. Manusia mengambil
dan makan bersama-sama dengan gembira bagian dalam karya misi Allah (Missio Dei)
dan dengan tulus hati sambil memuji Allah. untuk mewartakan Kerajaan Allah. Manusia
Aspek teologis yang ditekankan dalam mengambil bagian dari kehidupan-Nya,
Ekaristi adalah realis praesentia (kehadiran dan melalui Ekaristi manusia diubah serupa
Kristus yang nyata dalam Ekaristi). dengan Dia. Dalam Injil Yohanes 6:56-57
Ekaristi merupakan sumber dan puncak “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum
hidup Kristiani. St. fransiskus menekankan darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku
agar setiap pengikutnya hendaknya menaruh di dalam Dia. Sama seperti Bapa yang hidup
segala hormat dan khidmat kepada mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa,
“Sakramen tubuh dan darah Mahakudus demikian juga barangsiapa yang memakan
Tuhan, karena di dalam-Nya terkandung Aku akan hidup oleh Aku”. Teks ini ingin
harta rohani Gereja” (Kons 311). Ekaristi mengatakan bahwa Allah menjadi sentral
Suara Charitas 6

