Page 8 - Suara Charitas Jul-Sep 2024
P. 8
mempunyai kerinduan kepenuhan hidup Kons 708). Tuhan menawarkan jaminan
untuk tinggal dan ada bersama Allah. hidup kekal itu bagi setiap orang. Di dalam
Manusia selalu mengupayakan agar Ekaristi Kudus ini terkandunglah seluruh
kerinduan tersebut tercapai. Kerinduan kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus
yang paling mendasar itu mesti berakar sendiri, Roti Paskah kita yang hidup (Ecclesia
pada pengalaman akan Allah sendiri. Santo de Eucharistia 1). Sehubungan dengan itu, di
Thomas Aquinas menyebut kerinduan yang dalam persaudaraan, Ekaristi menjadi fondasi
selalu melekat pada kodrat setiap manusia yang sangat mendasar untuk memaknai kata
tersebut dengan istilah petentia obedientialis. persaudaraan. Melalui Ekaristi, setiap pribadi
Potentia obedientialis yang merupakan desiderium diingatkan akan Kristus yang mengurbankan
naturale (keinginan kodrati) ini adalah sikap hidup-Nya. Di sanalah Gereja menemukan
dasar manusia yang secara kodrati atau kepenuhan pernyataan kasih-Nya yang tak
dari sononya terbuka kepada Sang Pencipta terbatas. Demikian pula dalam persaudaraan,
(Martasudjita, 2012). Ada keterbukaan batin cara hidup Yesus yang rela mengurbankan
setiap manusia kepada pengalaman akan diri-Nya sampai wafat merupakan teladan
Allah. Walaupun, pada kenyataannya dari hidup dimana setiap anggota religius
dirinya sendiri, manusia tidak akan pernah diundang untuk mampu pula mengurbankan
dapat menjumpai Tuhan Allah, tetapi diri bagi orang lain.
melalui Roh-Nya manusia dimampukan Setiap pribadi diundang untuk turut
untuk masuk dalam pengalaman dan tinggal serta dalam kurban Tuhan kita Yesus Kristus
bersama Allah. dan menyambut tubuh dan darah-Nya
Ekaristi juga merupakan santapan dengan amat rendah hati (bdk. AngOrReg
kehidupan dan jaminan hidup kekal (bdk Pasal 12). Di dalam Dia, segala sesuatu yang
Suara Charitas 8

