Page 9 - Suara Charitas Okt-Des 2024
P. 9
dalam kegiatan misionaris; melatih generasi tidak cukup. Ada kebutuhan untuk saling
muda memiliki semangat misionaris; mengenal, saling berkomunikasi secara luas
menemani para misionaris di komunitas, dan mendalam.”
dengan doa-doa, dan juga dengan dukungan Membangun ruang komunikasi dan
semangat-peneguhan. Komunitas harus saling mengenal dalam komunitas sangatlah
terbuka terhadap misi universal Gereja. Kerja penting. Persekutuan dalam komunitas
sama misionaris juga terjadi melalui kerja tidak hanya dialami secara spiritual melalui
sama sebuah paroki, dan dengan keuskupan kegembiraan mistik, namun melalui
dalam menjalankan misi. persahabatan dan hubungan pribadi.
Gereja, berdasarkan misinya, “Dengan menciptakan manusia menurut
menerangi seluruh dunia dengan pesan injil gambar dan rupanya sendiri, Tuhan
dan untuk mengumpulkan dalam satu Roh, menciptakannya untuk persekutuan. Tuhan
semua orang dari bangsa, ras dan peradaban pencipta yang menampakkan diri sebagai
apa pun, menjadi tanda persaudaraan dan Cinta, Tritunggal, persekutuan, memanggil
memperkuat dialog yang tulus.
Hal ini mensyaratkan, pertama-
tama di dalam Gereja dan
komunitas, kita menumbuhkan
rasa saling menghargai,
menghormati, mengakui setiap
keragaman sebagai kekuatan,
membangun dialog yang
membangun dalam kehidupan
bersama. Faktanya, hal-hal yang
mempersatukan persaudaraan
lebih kuat daripada hal-hal yang
memecah belah.
Perlu diingat bahwa
persekutuan persaudaraan,
sudah merupakan sebuah
kerasulan, yaitu, secara langsung
berkontribusi pada karya
evangelisasi. Harapan yang diinginkan oleh manusia untuk masuk ke dalam hubungan
Tuhan sebenarnya adalah persaudaraan yang mendalam dengan-Nya dan persekutuan
hidup: “Dengan demikian setiap orang akan antar pribadi, yaitu persaudaraan universal.
tahu, bahwa kamu adalah murid-murid- Inilah panggilan tertinggi manusia: masuk
Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” ke dalam persekutuan dengan Tuhan dan
(Yoh 13:35).” Oleh karena itu, pengalaman dengan sesama, saudara-saudarinya.”
persekutuan merupakan bagian integral dari Pada bagian akhir dari perayaan ekaristi,
misi. Misi yang otentik adalah “perluasan kita semua diutus untuk menjadi saksi. Jika ini
persekutuan”: persekutuan adalah misioner. benar-benar iman kita, bagaimana mungkin
Konkritnya, dalam kehidupan persaudaraan, kita tidak mengumumkannya ke seluruh
cara berdoa, menghayati hubungan dunia: “dengan suara gembira sampaikan
persaudaraan, melakukan kehendak Tuhan, dan wartakanlah, sampai ke ujung dunia:
memerlukan “jiwa ekaristi” untuk mencapai Tuhan telah memerdekakan umat-Nya”.
tujuan-tujuan baru, yaitu tujuan Roh yang Tuhan, jadikan kami mampu hidup sebagai
menyelamatkan. Pengetahuan teologis saja “satu tubuh.”**
Suara Charitas 9

