100 Tahun Charitas Indonesia

Logo

Makna dari seluruh gambar Logo ini adalah perjalanan peziarahan Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas di tengah Gereja dan dunia, dalam terang Roh Kudus, mengakar pada Kristus, berbuah dalam wujud nyata belas kasih dan sukacita bagi sesama, Gereja dan semesta dalam keanekaragaaman membangun kesatuan dalam persaudaraan Charitas

Tema

“Syukur atas 100 tahun FCh di Indonesia: Berakar dan Berbuah dengan Sukacita

Syukur atas 100 tahun FCh di Indonesia merupakan ungkapan rasa terima kasih dan
pengakuan atas segala berkat, penyertaan, dan anugerah yang berlimpah yang telah
diberikan oleh Allah Tritunggal kepada Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh)
selama 100 thn berkarya di Indonesia.

Berakar dimaksudkan bahwa kita mendasarkan seluruh aspek kehidupan pada kasih
dan Sabda Allah. Secara khusus sebagai seorang biarawati Fransiskan-Charitas:

  1. Kita menimba sumber kasih dari Yesus Kristus sendiri yang mengosongkan dan
    merendahkan diri-Nya (kenosis) serta mengikuti-Nya dengan hidup seturut Injil.
  2. Kerasulan kita berdasarkan spirit belarasa-yang-tak-terbagi yang mengalir dari
    karisma Ibu Pendiri dan spiritualitas Kongregasi.

Berbuah merupakan harapan bahwa cinta kasih Allah dapat kita wartakan dan
wujudkan sehingga kehadiran para suster FCh menjadi berkat bagi sesama, Gereja dan
semesta.

  1. Gereja dan dunia menjadi ladang kita mewartakan cinta kasih Allah.
  2. Gereja dan dunia mengalami kasih Allah melalui karya kerasulan dan kehadiran
    para suster FCh.
  3. Semesta mengalami sukacita karena cara hidup para suster FCh selaras dengan
    kehendak Allah dan setia dengan spiritualitas Kongregasi.
  4. Banyak orang mengalami kesejahteraan, keselamatan jiwa, kedamaian, keadilan
    dan keutuhan, berkat kehadiran dan karya kerasulan para suster FCh.

dengan Sukacita merupakan cara hidup yang mesti ditampakkan, terutama di tengah
orang miskin dan sakit, sebagai keutamaan yang diwariskan oleh Muder Theresia
Saelmaekers bagi para susternya. Sukacita adalah buah Roh, maka sukacita yang
ditampakkan harus bersumber dari Roh Allah sendiri.