Sejarah dan Identitas Kongregasi

Kongregasi Suster Peniten Rekolek Charitas Roosendaal merupakan terekat religious 1834, Belanda, pada 01 Desember 1834. Kongregasi ini yang kemudian berkedududkan di Steenbergen diakui secara resmi sebagai lembaga berbadan hukum pada 26 Maret 1855, dengan nama Charitas.

Sejak 01 Desember 1991 cabang Kongregasi Suster Peniten Rekolek Charitas Roosendaal di Indonesia menjadi kongregasi mandiri tingkat keuskupan yang berkedudukan resmi di Keuskupan Palembang berdasarkan Dekrit KongregasiSuci untu Tarekat Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan, Prot. N. DD 205 bis-1/90 dengan nama Peniten Rekolek dari Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, yang disebut pula Suster Santo Fransiskus Charitas, disingkat FCh (Konstitusi 100)

Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas  adalah anggota Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus Assisi, yang berlindung di bawah naungan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, yang wajib menjalani hidup injili dalam pertobatan, kemiskinan, kedinaan, dan doa. Sebagai anggota FCh, kita juga menghayati semangat peniten, rekolek, dan Charitas.

Peniten berarti merendahkan diri di hadapan Allah dengan bertobat terus-menerus sambil menjalanakan laku tapa dan matiraga.

Rekolek berarti dalam sikap batin yang hening di hadapan Allah, seturut teladan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, memusatkan perhatian pada Allah dan kerajaanNya.

Charitas berarti         belarasa-yang-tak-terbagi untuk mereka yang sakit, miskin, dan membutuhkan pertolongan. Inilah cara kita menepati panggilan pengosongan diri Yesus Kristus (Konstitusi 101).