Suster Maria Diana FCh

Misa Requiem Sr. M. Diana FCh

Menurut pikiran manusia, rasanya terlalu cepat Tuhan memanggil Sr. M. Diana FCh dari dunia ini untuk kembali kepada-Nya Sang Pencipta kehidupan, namun apapun upaya manusia, tetapi kehendak Tuhanlah yang terjadi. Maka benar apa yang dikatakan Mgr Aloysius Sudarso SCJ di awal khotbahnya ketika misa requiem melepas kepergian Sr. M. Diana FCh untuk dimakamkan dan beristirahat selamanya: “baik hidup maupun mati kita milik Tuhan”. Nyata benar bahwa manusia tak mampu memperpanjang hidup bila Tuhan telah menghendaki memanggilnya.

Kita syukuri rahmat kehidupan yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Tuhan adalah sumber dan asal tujuan hidup kita. Barangkali kisah Marta, Maria, dan Lazarus yang tiga bersaudara seperti Sr. M. Diana FCh Kakak beradik yang sudah yatim piatu. Nampak sekali bahwa Yesus sangat mengasihi tiga bersaudara ini. Yesus sudah mendengar bahwa Lazarus meninggal, tetapi Yesus tidak segera datang padahal keberadaan Yesus tidak jauh dari rumah Lazarus. Hal ini mau mengajarkan kepada Marta yang sering sibuk, tetapi kebetulan saat itu Marta tidak sibuk. Maka saat bertemu dengan Yesus, Marta langsung mengatakan kepada Yesus: “seandainya Engkau ada di sini pasti Lazarus tidak mati”.

Dari ungkapannya Marta percaya kepada Yesus. Yesus sangat menyayangi mereka. Yesus merasa iba yang sangat mendalam atas kematian Lazarus. Sebenarnya Yesus memang dengan sengaja datang terlambat, karena mau menyampaikan atau mewahyukan pengajaran mengenai siapa diri-Nya yang sesungguhnya. Seperti ketika memberi pengajaran kepada Filipus, “kalau kamu melihat Aku kamu melihat Bapa.”

Kitab Ibrani mencatat bahwa seluruh kepenuhan Allah tinggal dalam diri Yesus. Seperti Yesus sendiri mengatakan kepada Thomas: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Juga ketika Petrus mengungkapkan imannya yang mendalam: Engkau adalah Mesias yang hidup. Hal yang sama dikatakan oleh Marta. Ia mengucapkan imannya yang mendalam kepada Yesus.

Saat Marta sibuk belum mempunyai iman sedalam saat ia sudah mendengarkan pengajaran Yesus. Pewahyuan iman bukan hanya kepada Marta tetapi kepada semua orang, termasuk kita semua. Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan bukan itu saja, tetapi kuasa membangkitkan. Yesus datang ke rumah tiga bersaudara Marta, Maria dan Lazarus, bukan hanya sekedar menghibur, tetapi sekaligus memenuhi kerinduan hati setiap manusia. Maka melalui dan di dalam Yesus kita tak akan kesasar, karena Yesus adalah jalan dan kebenaran dan kehidupan. Marilah kita selalu meneguhkan iman kita agar kita bersatu dengan Kristus. Kita juga percaya Sr. M. Diana FCh telah dibangkitkan Yesus untuk menikmati sukacita abadi, demikian Mgr. Aloysius Sudarso SCJ mengakhiri khotbahnya.

Sebelum berkat penutup, Ibu Florentina kakak ipar dari Sr. M. Diana FCh mengucapkan terima kasih kepada para suster Charitas yang telah mencintai Sr. M. Diana FCh hingga akhir hidupnya, sekaligus bersyukur kepada Tuhan yang memberi kesempatan untuk bisa datang ke Palembang dan disambut oleh para suster Charitas dengan hangat dan penuh kebaikan untuk mengantar Sr. M. Diana FCh sampai akhir hayatnya bahkan sampai menyaksikan pemakaman. Ibu Florentina merasa bangga dan bersyukur boleh mengalami persaudaraan dengan para suster Charitas.

Kemudian Sr. M. Patricia FCh Pemimpin Umum Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas menyambung, “Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan”, lalu mengucapkan terima kasih kepada Bapa Uskup Aloysius Sudarso yang telah memimpin misa requiem untuk Sr. M. Diana FCh. Sungguh, ini merupakan kepedihan yang sangat mendalam, sebab rasanya belum kering air mata karena belum lama ini kakak dari Sr. M. Diana FCh telah dipanggil Tuhan. Sepertinya Sr. Diana tidak sabar untuk terus selalu bersama kakaknya tercinta, sehingga buru-buru menyusul, ungkap Sr. Patricia dengan penuh haru.

Sr. M. Diana adalah pribadi yang sederhana, pekerja keras, rajin berdoa, menjalankan tugas dengan baik dan tanggung jawab. Tahun depan Sr. Diana diberi kesempatan untuk ziarah ke Tanah Suci Yerusalem, ia mengatakan jatahnya untuk suster yang lain, ternyata karena ia telah mendahului ke Yerusalem Surgawi. Juga untuk pesta perak tahun depan bersama angkatan, tetapi sudah mendahului mengalami pesta abadi yang lebih meriah pesta surgawi.

Terima kasih kepada keluarga sr. M. Diana FCh, terima kasih untuk komsos yang gercep membantu kami, terima kasih untuk komunitas Laverna, terima kasih para suster yang hadir dalam misa maupun yang di komunitas masing-masing, terima kasih para dokter dan semua saja yang tak dapat saya sebutkan. Mohon maaf untuk segala kekurangan yang terjadi. Terima kasih Sr Diana atas semua bentuk cintamu untuk persembahan dirimu pada Tuhan lewat kongregasi. Selamat jalan. Kami semua mencintaimu, ucap Sr Patricia mengakhiri sambutannya.

Usai pemakaman di Taman Getsemani, semua yang mengikuti misa requiem diundang untuk menikmati santap siang bersama di Aula Biara Pacomia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts