Tanggal 14 Agustus 2025 di Kapel Santa Maria Yang Terkandung Tanpa Noda diadakan Misa Perutusan bagi Sr. M. Leonora FCh dan Sr. M. Susana FCh yang dipimpin oleh Romo Yohanes Rettob MSC. Hadir dalam misa perutusan Sr. M. Patricia FCh dan Dewannya serta para suster Charitas Kodya Palembang. Rm Hans, dalam mengawali khotbahnya mengatakan: hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Bersamaan dengan peringatan Santo Maximilianus Maria Kolbe pecinta Bunda Maria diadakan misa perutusan.
Maximilianus Kolbe adalah seorang biarawan Fransiskan yang sangat inovatif yang memanfaatkan media cetak, seperti majalah Immaculata yang diterbitkannya untuk menyebarkan tulisan-tulisannya yang luar biasa kepada banyak orang, serta membangun stasiun radio dan studio film untuk menyebarkan ajaran tentang Maria. Meskipun mengalami kekejaman di dalam kamp, Kolbe tidak takut dan tidak gentar, ia tetap memberikan penghiburan dan pelayanan rohani kepada sesama tahanan dan pada akhirnya Kolbe meninggal menggantikan tahanan yang memiliki keluarga dengan disuntikkan asam karbol yang mematikan, ungkap Rm Hans kemudian melanjutkan khotbahnya.
Kita ingat saat Musa membawa umat Israel keluar dari Mesir terhambat oleh sungai, namun Tuhan menyertai. Tuhan setia akan perjanjian-Nya menghantar umatNya ke tanah terjanji dengan simbol Tabut Perjanjian yang berisi:
- Firman Tuhan, yang tertuang dalam Loh Batu sebagai dasar hidup dan kebenaran
- Kendi Emas, buli-buli berisi manna melambangkan pemeliharaan Tuhan yang terus-menerus kepada umat-Nya
- Tongkat Harun, adalah tongkat yang bertunas yang melambangkan persetujuan dan penetapan Tuhan atas Harun sebagai Imam Besar
Seperti halnya Tabut Perjanjian berisi Firman Tuhan, sedangkan dalam diri Bunda Maria tinggal Ekaristi yang kita terima setiap hari sebagai santapan rohani. Imamat Agung Kristus telah diberikan kepada dunia. Kita semua peziarah yang tak pernah terlepas dari tantangan, namun kita percaya Tuhan selalu menyertai dan Bunda Maria tak pernah meninggalkan kita.
Rasanya sangat tepat peringatan Santo Maximilianus Maria Kolbe dijadikan hari perutusan dua saudari kita ini yaitu Sr. M. Leonora FCh dan Sr. M. Susana FCh yang akan diutus untuk melaksanakan perjanjian Tuhan. Dua saudari kita diutus ke tanah terjanji, ungkap Romo Hans sambil menambahkan pesan untuk dua saudari yang akan diutus “Dalam segalanya tetaplah datang kepada Tuhan. Datang kepada Ekaristi. Dalam setiap perjuanganmu andalkan kekuatan Tuhan. Belajarlah selalu saling mengampuni, sebab memulai sesuatu yang baru tidaklah mudah. Memaafkan adalah nafas hidup kita setiap hari. Nafas kita hendaklah nafas pengampunan. Jangan takut untuk memaafkan. Jangan takut memulai sesuatu yang baru dengan kasih yang tulus, karena kasih yang tulus mengalahkan semuanya. Selamat jalan para saudari menuju tanah terjanji, ungkap Romo Hans mengakhiri khotbahnya dengan tersenyum.

Usai khotbah Sr. M. Fransita FCh membacakan SK tugas perutusan bagi Sr. M. Leonora FCh dan Sr. M. Susana FCh, sekaligus menyampaikan kepada semua yang hadir dalam perayaan ekaristi mengenai Nama Biara yang baru di Mississippi Amerika Serikat yaitu “Komunitas Maximilianus Maria Kolbe.” Kemudian Sr. M. Leonora FCh maju ke depan altar dan menyampaikan isi hatinya berkaitan dengan tugas perutusannya: “Terima kasih Romo Hans, khotbahnya sangat menyentuh hati, memang benar apa yang Romo sampaikan bahwa sikap yang tulus, penuh kasih, rela berkorban untuk memaafkan dan mengampuni sangat penting.
Di tempat baru pasti ada tantangan, apalagi di tempat baru negeri yang jauh. Namun saya percaya pasti didoakan oleh para suster semua dan Bunda Maria selalu menyertai. Saat ditelpon Sr. M. Patricia FCh, saya agak kurang percaya, kenang Sr Leonora, ahh… saat wawancara mungkin tidak lolos, terinspirasi dari Paus Fransiskus yang sudah tua terpilih menjadi Paus hingga 12 tahun. Terima kasih Sr Patricia, saya telah dipercaya untuk diutus. Kami berdua mau saling memaafkan dan akan meredakan konflik sebelum matahari terbenam, ucap Sr. M. Leonora FCh sambil memandang Sr. M. Susana FCh teman perutusannya.

Beliau melanjutkan, setelah 100 tahun ke Indonesia bersama SCJ, kini diutus kembali bekerja sama dengan SCJ, serentak semua yang hadir dalam perayaan ekaristi ikut tertawa. Akhir sambutannya Sr. Leonora memohon doa dan sapaan-sapaan lewat WA. Kami diutus ke tanah terjanji dalam usia yang sudah tidak muda lagi seperti Abraham. Semoga kami selalu sehat tetap semangat sukacita dan hati riang, ungkapnya sambil tersenyum lega.
Kemudian Sr. M. Patricia FCh sebagai Pemimpin Umum Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas menyampaikan terima kasih kepada Rm Hans yang telah memimpin perayaan ekaristi perutusan dan bersyukur atas kesempatan yang sangat istimewa karena para suster se kodya Palembang menghantar kedua saudari yang akan diutus ke tanah misi. Saat ini pasti Muder Theresia tersenyum karena atas penyertaan Tuhan Charitas terus berkembang lintas negara.
Terima kasih untuk kesediaan Sr. Leonora dan Sr Susana yang berperan mengembangkan Charitas di Amerika. Menjadi misionaris pastilah tidak mudah. Menjadi misionaris sejati tidak membawa apa-apa, tetapi membawa hati yang penuh penyerahan pada Tuhan, membawa pengampunan, membawa cinta kasih, membawa semangat bela rasa yang tak terbagi. Sr. Leonora dan Sr. Susana akan membuat komunitas baru. Semoga banyak jiwa diselamatkan. Semoga kehadiran para suster menjadi berkat. Kami “nyangoni” doa dan cinta. Tanggal 22 Agustus 2025 akan berangkat ke tanah misi. Semoga perjalanan lancar dan sehat sukacita. Dan semoga menginspirasi kita semua. Tembok kita bukan hanya Km 7 dan Pasang Surut. Kita akan menjebol tembok-tembok agar dapat merangkul semakin banyak orang dengan semangat Muder Theresia Saelmaekers, tandas Sr. M. Patricia FCh mengakhiri sambutannya.
Usai berkat penutup, semua yang ikut dalam perayaan ekaristi perutusan, diundang untuk menikmati santap malam bersama di komunitas Fransiskus.**
Sr.M.Paula FCh











Tinggalkan Balasan