“Sebab rancangan-KU bukanlah rancanganmu, dan jalan-KU bukanlah jalanmu.” (Yesaya, 55:8)
Kutipan ayat dari Kitab Yesaya ini menyertai setiap perjalanan manusia. Bahwa manusia kerap memiliki pemikiran dan rencana serta mimpi yang terbatas. Namun tidak dengan rencana Tuhan. Rencana-Nya sungguh indah dan tak terbatas. Demikian yang dialami oleh para suster Charitas. Waktu demi waktu, karya Tuhan terus tercurah dan tak terhitung. Nyata dan terjadi. Dimana dalam proses menuju 100 tahun Charitas di Indonesia, Kongregasi FCh mendapat kesempatan indah untuk merentangkan sayap pelayanan di Mississippi, Amerika Serikat.
Perjalanan untuk menebar benih dimulai. Dua suster yakni Sr. M. Susana FCh dan Sr. M. Leonora FCh diutus untuk memulai karya baru di Negari Paman Sam, Amerika Serikat, tepatnya di Missisippi. Untuk memulai sesuatu hal yang baru, bukanlah perkara yang mudah. Butuh hati yang terbuka untuk menerima. Butuh pergulatan untuk menanggalkan setiap ego yang membentengi diri.
Pada hari Kamis, 14 Agustus, bertepatan dengan peringatan martir fransiskan, Santo Maksimilianus Maria Kolbe, dirayakan misa perutusan kedua Saudari ini. Nama Santo Maksimilianus Kolbe dipilih menjadi nama santo pelindung komunitas baru di Mississippi.
Jumat, 22 Agustus, Para Suster Charitas dari komunitas Lebak Bulus dan Pondok Labu, ikut menghantar Sr. M. Leonora FCh, Sr. M. Susanan FCh, dan Sr. M. Carolisa FCh ke bandara Soeta, di Tangerang. Sr. M. Carolisa FCh sebagai utusan Kongregasi mengantar para suster ke Mississippi. Berangkat dari Jakarta (pkl. 06. 05 WIB) dengan maskapai ANA (All Nippon Airways)- transit di Narita, Tokyo – mendarat tgl 22 Agustus waktu Chicago, pkl. 14. 55, sementara waktu di Indonesia hari Sabtu, tgl 23 Agustus, pkl. 02. 55 WIB. Di bandara Chicago, para suster dijemput oleh Fr. Hung Pham SCJ dan Fr. Truc Tran SCJ (Para frater dari Vietnam yang sedang studi di Milwaukee).
Perbedaan waktu dan bahasa tidak menjadi penghalang bagi para suster untuk berjumpa dengan orang baru, tempat baru dan keadaan yang baru. Sabtu, 23 Agustus 2025, merupakan hari pertama untuk mengenal keadaan setempat. Di tempat ini, para suster memulai hari dengan Perayaan Ekaristi Kudus di kapel Seminari Milwaukee bersama para romo SCJ. Tidak hanya itu, mereka diantar untuk berkeliling melihat kebun seminari dan foto bersama Rm. Mark SCJ yang adalah pemimpin komunitas SCJ di Seminari. Sore hari, para suster diajak untuk makan di restoran Chinese bersama anggota komunitas SCJ di Milwaukee.
Hari-hari berada di Milwaukee, Sr. M. Carolisa FCh bersama para suster sungguh mengisi hari dengan banyak kegiatan. Seakan tidak ingin hari itu berlalu begitu saja. Pada hari Minggu 24 Agustus 2025, para suster mengikuti perayaan Ekaristi di kapel rumah lansia SCJ di Profinsialat SCJ USA, di Milwaukee. Di rumah lansia ini mereka bertemu dengan Rm. Mark Fontner SCJ dan Rm. Wen Janken SCJ yang pernah bermisi di Indonesia. Kemudian dilanjutkan tour house di rumah Profinsialat SCJ.
Kendati kegiatan yang sedikit padat, bahasa asing yang kurang fasih, para suster tetap dengan penuh sukacita demi mewujudnyatakan karya Tuhan di tanah misi. Hari ketiga berada di Milwaukee, Senin, tanggal 25 Agustus Sr. M. Leonora FCh dan Sr. M. Susana FCh mulai mengikuti program ECSP: English and Culture Studies Program. Saudari berdua mengikuti kursus Bahasa Inggris selama 3 bulan, sampai tgl 5 Desember 2025. Setelah selesai kursus, mereka akan mulai bermisi di Mississippi. Sementara Sr. M. Carolisa FCh berangkat ke Mississippi pada hari Senin tanggal 25 Agustus 2025.
Perjalanan Sr. Carolisa, dari Milwaukee masih dua kali penerbangan. Transit pertama di Detroit, kemudian melanjutkan penerbangan ke Memphis, di Tennessee. Sesampai di Memphis dijemput Rm. Jack SCJ (beliau pernah ke Palembang tahun 1993), lalu melanjutkan perjalanan ke Mississippi, dengan jarak tempuh 20 menit menggunakan mobil. Sr. M. Carolisa FCh tinggal di komunitas SCJ di Nesbit, Mississippi, jaraknya 30 menit dari Olive Branch, tempat di mana biara atau komunitas FCh akan ditempati.
Perjuangan yang sungguh tidak receh. Keterbukaan diri untuk menerima dan menjawab arahan Tuhan, sesuai dengan teladan Pendiri Kongregasi Muder Theresia Saelmaekers, yang selalu berpihak kepada orang yang lemah, sakit dan membutuhkan.
Di Mississippi, Rm. Hendrik SCJ dan tim secara bergantian menemani Sr. M. Carolisa FCh mengunjungi paroki dan tempat karya-karya para imam Kongregasi SCJ (Sacred Heart Southern Missions Servis). Kunjungan hari pertama di Olive Branch, Desoto, paroki Queen of Peace dan rectory atau pastoran untuk romo paroki yang akan dijadikan biara untuk para Suster FCh di Mississippi.

Perjumpaan demi perjumpaan terjadi, tidak hanya dengan para romo SCJ, Sr. M. Carolisa FCh juga berjumpa dengan Vicky (karyawan paroki), Sekretaris Paroki, dan satu Suster dari kongregasi The School Sister of Franscis (SSSF). Sr. Carolisa, berkeliling melihat ruangan tempat mengajar sekolah Minggu, krisma, dan kantor-kantor lain yang menjadi tempat pelayanan umat paroki. Satu hal yang utama, Suster Carolisa juga melihat rectory atau rumah pastor paroki yang akan menjadi biara FCh. Lalu kemudian, pada pukul 12.00 siang, mengikuti misa di paroki Queen of Peace. Dan pada sore hari, dilanjutkan dengan adorasi di komunitas SCJ di Nesbit, pukul 17.00.
Kegiatan yang telihat padat, namun penuh makna. Makna akan sebuah karya Tuhan. Di Wall-Desoto, Southaven, dan Tunica, Sr. M. Carolisa FCh, ditemani P. Jack SCJ dan Laura, berkeliling ke kantor pusat Sacred Heart Saouthern Missions Servis. Kemudian diajak melihat Sacred Heart Chapel, gereja pertama di mana karya sosial SCJ di mulai di Mississippi. Perjalanan dilanjutkan mengunjungi dan melihat SHSM Administration, Flanagan Center, Food Pantry, HIV/ AIDS Ministry, Housing Counseling, dan Volunteer Program. Bertemu dengan penanggung jawab Dehonian Village dan pengelola Fundraising (penggalangan dana), serta mendengar presentasi bagaimana pengelolaan dana yang dikelola dengan sangat maksimal, dan bagaimana merangkul para donatur dengan sangat baik, misalnya: sapaan melalui kartu, souvenir dan perhatian yang intens (ada karyawan khusus yang bertugas menyapa para donatur), dan mendengar program-program mereka yang sungguh digarap dengan profesional. Lalu, misa harian di Paroki Christ of the King, yang dipimpin oleh P. David SCJ.
Pada Siang hari, bersama Laura, melihat sekolah Sacred Heart School di Southeaven, kemudian mengunjungi karya sosial untuk orang miskin di Tunica. Ada dapur umum (food pantry – food ministries), toko barang bekas, serta bertemu dengan karyawan dan volunteer yang bekerja mendistribusikan makanan bagi klien yang mereka layani.
Di hari berikutnya, Sr. M. Carolisa FCh masih bersama Laura ke Holy Spring – Hernando melihat sekolah elementary Holy Family School, mengunjungi paroki St. Joseph Church di Holly Spring (melihat museum martir-para suster dan imam yang meninggal karena wabah sakit kuning), Melihat Gregory House (tempat penginapan untuk pembinaan volunteer atau seperti biasa untuk rumah retret), dan ke paroki Holly Spirit Church di Hernando. Serta melihat karya Thrift Store (toko barang bekas), Mobile Food Pantry (menyediakan bingkisan makanan, keperluan sehari-hari, keperluan anak sekolah, dll), Garden Café (memberi makan orang miskin seminggu 2x, bisa makan di tempat atau dibawa pulang ) dan mengunjungi Sosial Servis Office.
Kunjungan masih terus berlanjut, tanggal 29 Agustus ke Wall dan Senatobia bersama Laura mengunjungi Dehon Village, Dehon Learning Center dan Hogya House, serta St. Gregory Church dan Sosial Servis Office. Kemudian mengikuti misa harian bersama Rm. Hendrik SCJ di paroki Good Shepherd Church, di Robinsonville.
Lalu, tanggal 31 Agustus kunjungan ke Hernando dan Southaven, bersama Rm. Hendrik SCJ, mengikuti misa di dua paroki di Holy Spirit Church dan Christ of King Church, serta bersama Vicky mengunjungi satu keluarga umat paroki di luar kota.
Tgl 1 September, selesai misa harian di gereja paroki Queen of Peace, bersama Vicky dan Imelda melihat pyramid di Memhpis.
Seakan tidak ada jeda, Sr. Carolisa ditemani Laura diajak melihat Mobile Food Patry di Olive Branch. Di tempat ini bertemu Maya, karyawan Sosial Servis Office dan bertemu beberapa klien (orang-orang miskin yang mendapat bantuan) serta melihat bagaimana data klien sungguh diarsipkan secara profesional dan terlihat sangat rapi.
Selama di Mississippi, Sr. Carolisa diberi kesempatan hadir bersama umat. Para imam yang memimpin misa menyampaikan dan memperkenalkan kepada umat bahwa para suster FCh akan memulai karyanya di Mississippi. Misa harian setiap hari berpindah tempat. Ada 6 paroki yang dilayani para Imam SCJ di Mississippi.
Kongregasi SCJ Amerika Serikat mengundang Para Suster FCh untuk ikut ambil bagian dalam karya sosial dan terlibat di Paroki di wilayah pelayanan mereka di Mississippi. Selain sekolah, pelayanan karya sosial para imam SCJ USA di Mississippi cukup banyak. Semua berorientasi untuk mengangkat harkat dan martabat manusia terutama mereka yang miskin dan membutuhkan pertolongan, serta mengembangkan iman. Para suster akan terlibat dalam hidup menggereja di enam paroki yang dilayani para imam SCJ, dan terlibat di Karya Sosial mereka. Selain bekerja di 6 paroki, propinsi SCJ Amerika Serikat memiliki sekolah dan karya sosial yang dikelola dengan serius, profesional dan sangat membantu orang-orang miskin dan yang memerlukan bantuan. Romo Paroki dari enam paroki ini adalah Rm. Hendrik Ardiyanto SCJ.
Kehidupan menggereja di Mississippi masih sangat aktif. Umat masih banyak yang ikut perayaan ekaristi hari Minggu maupun ekaristi harian. Masih banyak keluarga muda yang membaptiskan anak-anaknya. Semoga Para Suster dapat hadir sebagai pembawa sukacita dan mewarnai kehidupan menggereja di Keuskupan Jackson, Mississippi.
Pada tanggal 4 september 2025, merupakan hari terakhir Sr. M. Carolisa FCh berada di Mississippi. Kunjungan demi kunjungan telah berjalan dengan baik. Tentu di dalamnya ada perjuangan dan pergulatan yang terjadi, baik tentang bahasa juga tentang budaya dan adat istiadat setempat. Percaya bahwa rencana ini menjadi kehendak Sang Pencipta, maka Allah sendiri yang akan menyempurnakannya.
Jumat, 5 September Sr. Carolisa mengadakan perjalanan kembali ke Milwaukee. Dari bandara Memphis transit di bandara Altanta. Di Milwauke Sr. Carolisa kembali bersama para suster dan romo SCJ. Dua hari sebelum kembali ke Indonesia, Rm. Vincent Suparman SCJ, Rm. Christian Hoper SCJ, dan Rm.Wen Janken SCJ mengundang para suster untuk makan sore bersama ala Indonesia. Hari terakhir di Milwaukee, Minggu, 6 September, bersama Rm. Christian Hoper SCJ dan Sr. M. Susana FCh merayakan misa di Holy Hill, Gereja yang dilayani oleh para imam Karmelit.
Dinamika kunjungan dan perjumpaan untuk karya misi yang akan dimulai, sudah sampai di titik akhir bagi Sr. M. Carolisa FCh yang mendapat tugas untuk mengantar para perintis di negeri asing. Tibalah di penghujung waktu di Milwaukee, Senin, 8 September 2025, Sr. M. Carolisa FCh, mengadakan perjalanan untuk kembali ke Indonesia dengan membawa seabrek kisah dari tanah misi. Segudang kabar sukacita bagi para suster yang berada di Indonesia. Waktu menunjukkan, pukul 17.45 dari bandara Chicago, perjalanan sangat panjang, 13,5 jam sampai di bandara Haneda, Tokyo. Transit di Bandara Haneda, Tokyo selama 2 jam. Kemudian, melanjutkan penerbangan ke Jakarta selama 7.5 jam. Tiba di Bandara Soeta, Tangerang, pada hari Rabu, 10 September 2025, waktu Indonesia, pukul 04.30 WIB.
Semua karena kemurahan Tuhan. Perjalanan Sr. M. Carolisa FCh dari awal berangkat bersama para suster, sampai kembali lagi ke Indonesia dalam keadaan baik dan sehat. Dan semuanya boleh berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Semoga karya Tuhan yang baru dan akan dimulai di tanah misi boleh menjadi karya belas kasih dan menjadi berkat bagi Gereja dan sesama yang dilayani.











Tinggalkan Balasan