Seminar dalam Rangka Menuju 100 Tahun FCh di Indonesia

Berjalan Bersama Kasih Setia Tuhan “Berakar dan Berbuah dengan Sukacita”

Dalam rangka menyongsong 100 tahun Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh) hadir di Indonesia, divisi spiritualitas mengadakan seminar dengan tema “Berakar dan Berbuah dengan Sukacita”. Tema seminar ini sejalan dengan tema 100 tahun Kongregasi FCh hadir di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan di Rumah Retret Giri Nugraha Palembang (27/09). Seminar ini dihadiri oleh Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, para romo, para suster dan para dokter serta perwakilan karya Charitas yang ada di Palembang.

Kegiatan seminar diawali dengan doa pembuka dan sambutan Sr. M. Patricia FCh selaku pemimpin umum kongregasi suster FCh. Dalam sambutannya Sr. M. Patricia FCh menegaskan bahwa perayaan menyongsong 100 tahun kongregasi suster Fransiskus Charitas (FCh) hadir di Indonesia tidak lepas dari perjalanan sejarah yang panjang. Perjalanan Sejarah ini melibatkan berbagai pihak yang memberikan dukungan dengan caranya masing-masing.

Dalam sesi pertama, Sr. Maria Skolastika FCh sebagai narasumber menganalogikan perjalanan Sejarah Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas layaknya sebagai pohon. Pertumbuhan dan perkembangan pada pohon sampai berbuah ditopang oleh akar, batang dan cabang. Setiap bagian memiliki makna tersendiri sebagai bentuk perjalanan spiritualitas yang terus dipupuk dan bertumbuh subur.

Makna akar dalam permenungan ini menggambarkan perendahan diri Yesus dalam peristiwa kenosis untuk melayani. Mengakar pula dalam semangat St. Fansiskus Assisi yang terwujud dalam empat pilar persaudaraan, yakni pertobatan, kemiskinan, kedinaan dan doa. Serta melestarikan kharisma dan spiritualitas pendiri Mdr. Theresia Saelmaekers.

Batang pohon dimaknai sebagai pertumbuhan awal, yakni Sejarah kehadiran kongregasi FCh hadir di Indonesia. Kehadirah di Indonesia berawal dari berkat Tuhan melalui Kongregasi Imam Hati Kudus Yesus (SCJ) menjawab jeritan bumi sriwijaya yang membutuhkan tenaga kesehatan saat itu. Cabang pada pohon dimaknai sebagai komunitas yang dibentuk sebagai perpanjangan pelayanan di tengah umat dan masyarakat.

Buah dimaknai sebagai hadiah Tuhan melalui pertambahan jumlah anggota dan karya pelayanan yang Tuhan percayakan dalam karya keselamatan-Nya. Menjadi buah juga diaplikasikan dalam bentuk Kerjasama forum lintas religius, baik dalam lingkup SUMBAGSEL, Fransiskan maupun nasional.

Sesi pertama diakhiri dengan pendalaman pertanyaan dan diskusi. Semakin mengerucut untuk melihat tantangan dunia dalam konteks zaman, melihat peluang dan harapan, dan bagaimana kehadiran serta peran kongregasi FCh di tengah situasi dunia saat ini.

Sesi kedua dalam seminar diberikan oleh Romo Andreas Suparman SCJ Provinsial SCJ Indonesia. Semakin mendalam melalui sharing iman dan refleksi bersama dengan materi “Berakar dan Berbuah dengan Sukacita”. Mengajak semua yang hadir untuk kembali merenungkan Yesus yang memanggil dan memilih kita agar menghasilkan buah. Memaknai tema dengan hati yang terbuka.

Makna berakar dilihat dalam dua perspektif, yaitu tantangan iman dan berakar dalam Yesus, Sang Sabda. Tantangan iman hendaknya mampu menjawab misi Keuskupan Agung Palembang dalam meningkatkan katolisitas dan militansi umat beriman. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pengaruh budaya kontemporer dan modern saat ini kerap kali mengaburkan kebenaran yang otentik. Maka perlu untuk mendengarkan Sabda Tuhan serta melakukannya untuk mampu memiliki pondasi iman yang kuat dan menjawab tantangan iman zaman ini dalam praktik hidup yang benar.

Berbuah dalam konteks misi, khususnya Misi Keuskupan Agung Palembang menegaskan agar kehadiran kita mampu menghasilkan buah bagi sesame. Melalui partisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan keadilan sosial dan kesejahteraan umum. Meningkatkan kepedulian kepada yang miskin, lemah dan terpinggirkan. Serta mencintai dan merawat bumi sebagai rumah bersama.

Sukacita hendaknya menjadi tanda dan ciri khas sebagai orang beriman yang mengenal Yesus. Lebih lagi sebagai orang yang terpilih dalam hidup bakti hendaknya semakin mampu untuk menyatukan diri lebih mendalam dengan sukacita Yesus. Sukacita bukan hanya dari keadaan yang mudah dan berkecukupan. Melainkan dari pengalaman sulit yang menjadi titik tolak merasakan kasih Allah yang besar dan penuh Syukur “menderita bersama Kristus”.  

Kegiatan seminar ini diakhiri dengan doa Syukur oleh Sr. Maria Irene FCh. Melalui seminar ini, semangat “Berakar dan Berbuah dengan Sukacita” menjadi ajakan bagi semua, secara Istimewa bagi suster-suster FCh untuk terus melangkah bersama. Hadir dalam persaudaraan dan kolaborasi yang holistik dalam meneguhkan iman, dan berbagi kasih dalam suasana penuh syukur dan sukacita persaudaraan.**

Penulis: Sr. M. Thifanny FCh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts