Suster Maria Anunciata FCh

Riwayat Hidup

Lahir di Yogyakarta, 01 Desember 1942, dari  pasangan Bapak  Seno Kartowiyono (+) dan Ibu Djinah (+)  kedua orangtua asli keturunan suku Jawa. Bayi perempuan bergolongan darah AB itu diberi nama Caecilia Sarti.  Terlahir sebagai anak ke  7  dari  9 bersaudara.

  1. Jumino (+)
  2. Desino (+)
  3. Ibu Sarijah (+)
  4. Ibu Ngadikah (+)
  5. Ibu Musidah (+)
  6. Ibu Ali Sukarti
  7. Caecilia Sarti /Sr. Anunciata
  8. Fransiskus Sejan
  9. IbuMilaharti (+)

Enam saudara kandung Sr Maria Anunciata telah lebih dahulu dipanggil Tuhan.

Suster Maria Anunciata berasal dari Paroki Santo Petrus dan Paulus, Klepu – Keuskupan Agung Semarang.

Suster Maria Anunciata yang sederhana, hampir seluruh masa baktinya di Biara, berkarya di Rumah Tangga Biara, melayani Para Suster dan tamu-tamu Biara. Beliau memang sungguh menghayati tugasnya yang senang mengurus rumah tangga dan melayani tamu2.

Teliti, mengingat dengan baik semua letak barang-barang, termasuk yang di gudang dan sabar mengurusi semua barang-barang dan keperluan komunitas.

Sungguh Beliau melakukan pekerjaan yang sederhana dengan cinta yang besar.  Cara berada Sr. Maria Anunciata yang sederhana dan selalu siap melayani, adalah  gambaran dirinya selama ini. Tidak tampak ada tumpukan barang-barang di kamarnya, atau ikut tren sesuai perkembangan zaman.

Dimasa purnabakti Suster Maria Anunciata menjalani masa senjanya bersama Suster-suster lansia lainnya di Komunitas Sta. Monika KM 7, Palembang, (Rumah Lansia) sampai Tuhan memanggil dengan cara yang sederhana pula.

 

Riwayat Pendidikan

SR ( Sekolah Rakyat ) Jongrangan- Sleman, > lulus Juli 1959
SMP Xaverius Gumawang Belitang BK. 10 > lulus Juli 1964

 

Perjalanan Formasio Panggilan

Masuk Biara Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas Palembang

Penerimaan Postulan pada 01 September 1964
Penerimaan Busana Biara pada 15 Agustus 1965
Profesi Sementara pada 08 Desember 1967
Profesi Kekal pada 08 Desember 1974
Merayakan 25 Tahun Hidup Membiara pada 08 Desember 1992
Merayakan 40 Tahun Hidup Membiara pada 08 Desember 2007
Merayakan 50 Tahun Hidup Membiara pada 08 Desember 2017
Merayakan 60 Tahun Hidup Membiara pada 08 Desember 2025 (di Surga)

 

Perjalanan  Karya dan Komunitas

Pada Tahun 1967 – 1972 tinggal di Komunitas Charitas Pusat Palembang : bertugas mengurus Rumah Tangga Biara
Pada Tahun 1972 – 1975 tinggal di Komunitas Charitas Gumawang – Belitang : bertugas mengurus Rumah Tangga Biara
Pada Tahun 1975 – 1977 tinggal di Komunitas Charitas Pusat Palembang : bertugas mengurus Rumah Tangga Biara
Pada Tahun 1977 – 1979 tinggal di Komunitas Charitas Sungai Buah Palembang : bertugas mengurus Rumah Tangga Biara
Pada Tahun 1979 – 1980 tinggal di Komunitas San Damiano KM 7 Palembang : bertugas mengurus Rumah Tangga Biara
Pada Tahun 1980 – 2003 tinggal di Komunitas Charitas St. Fransiskus Palembang : bertugas mengurus Rumah Tangga Biara
Pada Tahun 2003 – 2007 tinggal di Komunitas Charitas San Damiano KM 7 Palembang : bertugas mengurus Rumah Tangga Biara
Pada Tahun 2007 – 2025 tinggal di Komunitas Charitas Sta. Monika KM 7 Palembang : Purnakarya – Pensiun, bertugas kerasulan doa.

 

Riwayat Sakit

Beberapa tahun terahir ini Kesehatan Sr Anunciata terasa kurang  baik, Karena penglihatan dan pendengaran berkurang.  Pernah jatuh dan operasi kaki. Tidak menyerah dengan kondisi itu, beliau masih berusaha jalan sendiri dengan tongkat maupun kursi roda. Sejauh mampu melayani diri sendiri, akan dilakukan sendiri tanpa mengeluh dan sangat mandiri.

Pada Tgl 1 Mei 2025 yang lalu setelah selesai mandi pagi, Sr Anunciata saat akan pindah dari kursi roda ke tempat tidur, beliau jatuh dan mengalami patah tulang paha, ada kondisi struktur tulang osteoporosis.

Setelah konsultasi dengan dokter ahli bedah tulang di Charitas hospital KM 7 juga  pertimbangan banyak hal, maka Sr Anunsiata dirawat total di unit geriatrik bertempat di biara Charitas Sta. Monica Km 7, dengan rutin kontrol ke dokter dan diberikan pengobatan.

Dengan kondisi ini, semua kebutuhan jasmani dan Rohani Suster Anunciata dilayani di kamar tidurnya secara totalcare.

Ungkapan dari seorang Suster, bahwa Setiap pelayanan yang diterima Suster Maria Anunciata selalu diucapkan:  terima kasih ya Suster, terima kasih ya Mbak, terima kasih Dokter, maaf kalau Saya merepotkan.

Sabtu pagi 1 November 2025 Suster Maria Anunciata seperti biasa mengikuti perayaan ekaristi di kamar tidurnya dan menerima sakramen ekaristi kudus.

Pada Pkl 10.30 wib beberapa Sr berkumpul dan berdoa koronka Kerahiman Illahi bersamanya di dalam kamarnya. Pkl 11.30 wib makan siang seperti biasa, dan pada pukul 11.45 wib tiba-tiba kondisi drop dan tidak tertolong lagi. Singkat dan tanpa kesulitan yang berarti, Sr Anunciata pergi menghadap Tuhan yang menyayanginya, tepat pada Hari Raya Semua Orang Kudus.

Motto Sr. Maria Anunciata FCh : Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts