Misa Requiem Sr. M. Felixita FCh
Pada tanggal 28 November 2024, diadakan misa requiem Sr. M. Felixita FCh yang telah dipanggil Tuhan pada tanggal 27 November 2024. Misa Requiem diselenggarakan di Kapel Biara Charitas Santa Maria Tak Bernoda, dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono, didampingi oleh Pater Frumensius OFM dan Rm Suwanto SCJ. Usai misa Requiem dilanjutkan dengan Pemakaman Sr. M. Felixita FCh di “Taman Getsemani” yang adalah pemakaman para suster Charitas.
Hadir dalam Misa Requiem dan pemakaman Sr. M. Felixita FCh adalah para suster Charitas dari berbagai komunitas, para romo, frater, bruder, dokter, para perawat, keluarga besar Sr. Felixita termasuk para suster OP yang salah satu dari mereka adalah adik kandung Sr. M. Felixita yaitu Sr. Elisa OP serta sahabat kenalan Sr. M. Felixita FCh.
Di awal khotbahnya Mgr. Harun mengatakan; kalau ada berita kematian atau kecelakaan, spontan orang mengucapkan “tidak disangka”, bahwa seseorang akan pergi begitu cepat. Padahal kita semua tahu bahwa kematian sudah kita sangka. Sudah bisa dipastikan kita semua akan mati. Seturut Kitab Suci harusnya sudah tahu tinggal berapa lama lagi kita akan pergi menghadap Sang Pencipta, tetapi kalimat yang selalu muncul “tidak disangka”, tandas Mgr Harun.
Kita tidak akan fokus pada kematian karena kematian menakutkan. Bagaimana Sr. Felixita ini menahan sakit dan deritanya seorang diri. Ia tidak mau memberitahu penyakitnya kepada orang lain. Barangkali Sr. Felix ingin seperti Yesus saat berada di Taman Getsemani bergumul seorang diri sampai titik darah terakhir. Mungkin karena Sr. Felix sangat kuat dalam doa seperti Yesus berdoa “Ya Bapa bila mungkin cawan ini lalu dari pada-Ku”, ungkap Mgr Harun meyakinkan.
Paus Fransiskus mengawali suratnya untuk menyambut Tahun Yubelium dengan sebuah kutipan Alkitab “pengharapan tidak mengecewakan”. Orang-orang sepuh atau lanjut usia yang tak punya daya bagaimana mempunyai harapan. Paus tidak hanya menasehati orang lansia saja, tetapi juga untuk semua orang. Hidup ini harus dihayati penuh pengharapan, bahwa kita tidak akan masuk dalam jalan gelap atau kesia-siaan, karena Dialah keselamatan abadi.
Barangkali Suster Felixita memang sudah meyakini siapa yang diikuti dan tujuan akhirnya yaitu bersatu dengan Kristus. Hidup penuh pengharapan membangkitkan sukacita. Bapa suci memberikan teladan dalam surat-suratnya selalu menyelipkan kata sukacita karena Kristus adalah jaminannya. Orang kristiani mestinya sudah mengetahui soal itu, maka jangan sampai melarikan diri dari Kristus yang tak pernah absen setia setiap waktu tak pernah meninggalkan kita. Kristus akan membebaskan segala penyakit. Pintu yang tertutup setebal apapun tidak bisa membatasi Tuhan. Dia bisa datang kapan saja tak terkurung oleh keterbatasan. Dan kita akan hidup selama-lamanya bersama Dia di dalam Kerajaan Surga.
Seperti kata Santo Fransiskus Assisi, “jangankan penderitaan, maut pun janganlah takut”. Hidup Fransiskus Assisi penuh dengan kegairahan hidup. Maka janganlah takut walau di depan kita adalah penderitaan, bahkan di depan kita adalah maut janganlah takut, karena Tuhan adalah keselamatan, tegas Mgr. Harun mengakhiri khotbahnya.
Sebelum berkat penutup Sr. Elisa OP adik kandung dari Sr M Felixita FCh mewakili keluarga besarnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Mgr. Yohanes Harun Yuwono, para romo, para dokter, para perawat, semua yang hadir, dan teristimewa para suster Charitas yang telah mengasihi Sr. M. Felixita FCh. Ungkapnya dalam sambutan, bahwa secara jujur merasa belum siap menerima kepergian kakaknya, namun Tuhan lebih kuasa untuk mengambil, karena Tuhan yang memberi, maka Tuhan juga yang mengambil. Sambil terbata-bata Sr Elisa mengucapkan: “selamat jalan kakak, pulanglah dengan damai, engkau datang ke dunia dengan utuh dan kembali kepada Bapa dengan utuh”
Sr. M. Patricia FCh Pemimpin Umum Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas juga menyambung menyampaikan sambutannya. Limpah terima kasih kepada Mgr Yohanes Harun Yuwono, Rm Suwanto, dan Pater Frumen, OFM. Doa dan berkat dari Mgr. menjadi kekuatan bagi kami semua. Terima kasih kepada Kongregasi OP yang diwakili oleh Sr. Henrika OP, Sr. Michaela OP, dan Sr. Elisa OP (adik dari Sr Felix). terima kasih kepada keluarga Bapak Antonous Aban yang telah mempersembahkan putrinya untuk Gereja. Mawar Charitas sudah saatnya dipetik oleh Tuhan untuk menghiasi taman surga. Semoga doanya menyemangati peziarahan hidup kita. Terima kasih kepada RS Charitas, komunitas-komunitas, para romo, bruder, frater dan semua saja yang telah memberikan yang terbaik untuk Sr. M. Felixita FCh.
Terima kasih Tim komsos yang selalu siap sedia membantu sehingga keluarga dan handai taulan di manapun bisa ikut berdoa lewat media yang disediakan. Dan luar biasanya Sr. Felix memilih hari yang tepat, semua suster Charitas sedang berkumpul di Palembang sehingga bisa hadir dalam misa Requiem ini. Dan kita bersukacita karena tambah satu orang yang mendoakan kita. Selamat jalan Sr Felixita, penyakit yang Suster derita menjadi sarana penyucian jiwa dan sekarang sudah selesai. Sampai jumpa di Taman Firdaus. Mengakhiri sambutannya Sr. Patricia, mengajak semua suster Charitas untuk menyanyikan Gita Sang Surya, sebagaimana Bapa Fransiskus Assisi memuji Allah pada saat menjelang maut menjemput dengan Gita Sang Surya.**











Tinggalkan Balasan