Misa Requiem Sr. M. Gabriela FCh
2 Timotius 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.“
Pada Kamis, 23 Mei 2024, Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas berduka cita atas meninggalnya Suster Maria Gabriela FCh yang dipanggil Tuhan di Charitas Hospital Palembang. Beliau merupakan putri dari Bapak Hustan Sastrosedono (Alm) dan Ibu Sarimpen (Alm). Ia memiliki nama kecil Sisilia Sri Rubini. Lahir di Bandung, pada tanggal 15 Juni 1940, anak ke–9 dari 10 bersaudara. Diantaranya 2 (dua) terpanggil sebagai biarawati, yaitu Sr. Betranda CB (Alm) dan Sr. M. Gabriela FCh.
Dalam riwayat hidupnya yang dibacakan oleh Sr. M. Immaculata FCh, ada cuplikan indah tentang keseharian beliau di biara. Sederhana namun penuh makna. “Menurut cerita beliau karena memiliki banyak saudara kandung, ia merasa bahagia dan dicintai. Terlihat dari cerita singkat beliau, bahwa ia sungguh merasakan kasih sayang dari mereka” Kedua orang tuanya berasal dari keluarga yang berkecukupan dan berpendidikan.
Sr. M. Gabriela FCh adalah sosok pribadi yang tenang. Ia sungguh menikmati hidupnya. Beliau pribadi yang suka bercerita dan menyulam. Ia juga seorang yang sangat menjaga pola makannya. Beliau bahkan tidak mau makan makanan di luar biara. Ia begitu “setia” dengan makanan yang telah disediakan di biara. Hal ini tampak dari kondisi fisik yang selalu sehat. Hampir tidak pernah opname karena sakit keras dan jarang mengeluh. Dia pun seorang yang rajin berdoa dan selalu mengandalkan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupannya. Motto hidupnya yakni, “Fiat Maria.”
Ada pun di masa purna baktinya, Sr. M. Gabriela FCh tetap peduli dengan lingkungan sekitarnya. Setiap hari ia rajin untuk membersihkan lingkungan sekitar biara Monika tempat ia ditugaskan. Semua hal dinikmatinya dengan sikap enjoy dan penuh syukur.
Selain kisah di atas, begitu banyak cerita hidup beliau yang menjadi sosok inspirasi bagi generasi penerus. Ketika di asrama Belitang, putri–putri asrama, menyebut beliau sebagai “suster Genjer.” Mengapa demikian? Jadi ceritanya setiap Minggu, ada dua kali ibu–ibu sepuh membawa genjer dengan bakulnya, dari Sidomakmur lewat depan biara Charitas. Satu bakul genjer itu selalu dibelinya. Jadi, setiap minggu dua kali menunya Genjer. Lalu ketika ditanya oleh para saudari, “kok beli genjer terus suster?” Jawabannya adalah “bantu orang miskin.”
Satu kisah lagi yang sama, yakni penjual arang. Penjual arang juga ketika lewat, (waktu itu membawa arang dengan sepeda), meskipun arang masih banyak untuk persiapan menyetrika, tetap juga dibeli semuanya. Ketika ada saudari yang komentarnya sama, “Suster arangnya masih”, jawaban beliau pun sama “membantu orang miskin”, demikian Sr. M. Carolisa FCh berkisah tentang kisah inspiratif dari Sr. M. Gabriela FCh.
Segelintir kisah yang diceritakan tentang beliau dari riwayat hidup dan juga yang dikisahkan oleh keluarga, nampak bahwa beliau salah satu suster Charitas yang “sederhana dan penuh sukacita.” Beliau pribadi yang tanpa banyak bicara tapi senang bercerita. Dalam arti bahwa beliau tidak senang bercerita tentang hidup orang lain, melainkan tentang perjalanan kecil hidupnya yang bahagia.
Dalam keheningan, kesetiaan, dan ketekunannya beliau menjalankan tugas di rumah tangga biara dan dapur. Pekerjaan yang mungkin “dianggap tak terlihat”, namun beliau dengan setia dalam kesucian dan ketulusan hatinya sampai akhir melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Semangat bela-rasa-tak-terbagi juga semangat sukacita Charitas sebagai Love Of God menjadi bagian dari perjalanan dan perjuangan hidupnya yang membawa beliau sampai pada titik kesudahan mencintai dan mempersembahkan hidupnya untuk Yesus.
Suster Maria Gabriela FCh mengikrarkan profesi kekal pada 17 Desember 1972, merayakan pesta 25 tahun hidup membiara pada 15 Agustus 1991, dan telah merayakan pesta 50 tahun hidup membiara pada 09 Desember 2016 dan pesta 60 tahun hidup membiara pada tahun 2024.
Pada pesta 60 tahun hidup membiaranya, beliau bersharing dalam video singkat yang diabadikan saat itu “dalam 60 tahun hidup membiara, yang perlu kami syukuri adalah rahmat Tuhan yang senantiasa mengalir”, ungkap beliau dengan wajah penuh sukacita. Beliau menikmati masa lansianya di rumah lansia Komunitas St. Monika, KM.7, Palembang dengan tugas biara dan kerasulan doa.
Suster Maria Gabriela FCh dihantarkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir, ke rumah kediaman abadi, dengan Misa Requiem pada Sabtu, 24 Mei 2025, Pukul 10.00 WIB. Dalam misa Requiem tersebut hadir juga sanak keluarga untuk bersatu hati mendoakan kepergian Suster Maria Gabriela tercinta.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr.Yohanes Harun Yuwono dan para Romo Konselebran, yakni Rm. Surawan dan Rm. Sugiarno SCJ. Dalam homili Bapak Uskup, seperti dalam kisah suster Maria Gabriela yang dengan sukacita merawat kesetiaannya bersama dengan Kristus, mengatakan demikian “apalagi kita ciptaan Allah sendiri dan yang disebut oleh Allah sebagai gambar dirinya tak akan disia-siakan, melainkan akan dipelihara, dirawat. Untuk memelihara dan merawat agar dapat hidup kekal bersama dengan Allah. Allah sendiri yang merawat hidup kita sampai kita kembali kepada-Nya. Dan Kristus Putra-Nya yang tunggal rela mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan kita.”
Suster Maria Gabriela FCh, telah menunjukkan kesetiaan itu kepada setiap pribadi yang ia jumpai. Dengan segala kerendahan hatinya, setia kepada tugas yang dipercayakan kepadanya. Semoga keutamaan beliau, dapat memberi inspirasi bagi kita semua dan penerus kongregasi yang sedang berjuang “menjaga dan merawat kesetiaan yang diwariskan oleh Kristus sendiri sebagai seorang Charitas.”
Sebelum berkat penutup Ibu Endah, keponakan Sr. M. Gabriella FCh, mewakili keluarga menyampaikan sambutan singkat ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Kongregasi Charitas, para Romo dan semua yang hadir dalam Misa Requiem untuk menghantar Sr. M. Gabriela FCh ke peristirahatan terakhir. “Para suster Charitas telah mencintai Sr M. Gabriela dengan mendoakan, merawat dan memberi perhatian yang penuh hingga akhir hidupnya, maka kami percaya Sr. M. Gabriela FCh telah mendapat belas kasih dan kerahiman Tuhan untuk menikmati sukacita abadi di surga” ungkapnya dengan lirih mengakhiri sambutannya.
Kemudian Sr. M. Carolisa FCh mewakili seluruh Suster Charitas memberikan Pesan cinta untuk Sr. M. Gabriela FCh:
“Suster Maria Gabriela FCh yang terkasih, kami para suster Charitas menghaturkan banyak terima kasih untuk hidupmu, untuk persembahanmu, untuk gereja, untuk Kongregasi Charitas dan juga untuk masyarakat. Semoga apa yang telah engkau lakukan ini, menjadi kesucian hidupmu dan Allah berkenan untuk menyambutmu bersatu dengan para kudus di surga.”











Tinggalkan Balasan