Suster Maria Norbertha FCh

Misa Requiem Sr. M. Norbertha FCh

Bertepatan dengan Hari Raya Kenaikan Yesus ke Surga, Kamis, 09 Mei 2024 pukul 12.07 WIB Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas kembali kehilangan Mawar terbaiknya yakni Sr. M. Norbertha FCh. Beliau merupakan putri dari Paroki Santo Petrus Klepu, yang lahir pada tanggal 8 Desember 1942 yang kini saat dipanggil Tuhan berusia 74 tahun dan telah merayakan pesta 60 tahun hidup membiara pada tanggal 15 agustus 2021. Salah satu motto yang dihidupi oleh Sr. M. Norbertha FCh dalam mempersembahkan dirinya kepada Tuhan adalah ”Yesus Kekuatanku”.

Perayaan ekaristi untuk mengantar Sr Norbertha FCh ke peristirahtan terakhir dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Uskup Keuskupan Agung Palembang dan didampingi oleh Romo Konselebran. Dalam kata pengantarnya Bapa Uskup memberikan peneguhan kepada seluruh umat yang hadir dalam perayaan ekaristi bahwa dalam kedukaan kita harus tetap bersyukur karena Tuhan tidak akan membiarkan domba-dombanya hilang, sebab Tuhan maha belas kasih dan maharahim. Beliau menegaskan bahwa hidup ini bukan milik kita sendiri. Di dalam Tuhan kehidupan ini akan berlanjut sebab Tuhan adalah sumber hidup. Mgr. Harun juga mengajak untuk mensyukuri teladan hidup Sr. M. Norberta, FCh dan berharap semoga teladannya mampu menjadi warisan dan terus di kembangkan agar semakin banyak orang yang terlayani untuk memuliakan Tuhan.

Dalam homilinya Mgr. Harun menyampaikan bahwa sejarah keselamatan merupakan sejarah yang sangat panjang, tetapi seluruhnya merupakan ungkapan kerahiman Allah untuk menyelamatkan manusia setelah jatuh ke dalam dosa. Manusia dikasihi dengan kasih tanpa pamrih, karena manusia merupakan gambaran Allah sendiri. Manusia sungguh sangat disayangi oleh Allah tanpa pilih kasih. Bukan usia panjang yang menjadi ukuran bahwa manusia dikasihi Allah tetapi karena kebenaran. Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa orang benar dikasihi Allah, orang benar menerima berkat dan orang yang menjauh dari Allah dipanggil-Nya pulang, sebab Allah senantiasa menghendaki manusia ciptaanya untuk hidup bersama dengan Dia, tak terpisahkan selama- lamanya. Dan kita yang hadir disini meyakini bahwa Sr. M. Norbertha telah mengimani hal itu dan mengikuti-Nya dengan setia, maka Sr. M. Norbertha akan menerima dan menikmati kebahagian kekal di surga. Demikian tegas Mgr dengan tersenyum.

Wahyu Allah memuncak di dalam diri Yesus. Siapa saja yang mengikuti Dia di jalan-Nya tak akan salah jalan, tak akan kesasar, tak akan ke arah tujuan yang salah, tetapi mengarah kepada tujuan hidup bersama Allah. Yang diberikan Bapa kepada-Ku tak akan tersesat, tetapi menuju kebenaran yang adalah atribut Allah sendiri. Barangsiapa berjalan bersama Dia, akan sampai kepada Allah, sebab Allah adalah pemilik kehidupan. Sepanjang apapun hidup di dunia ini pasti suatu saat akan selesai, dan Tuhan menghendaki kita semua hidup bersama Nya. Maka diutuslah Putera Tunggal-Nya untuk untuk menebus segala dosa manusia yang sangat berat. Yesus menanggung semuanya. Yesus rela mati di kayu salib untuk keselamatan manusia. Kematian Yesus bukan selamanya, tetapi Yesus bangkit dan akan membangkitkan kita dalam kehidupan kekal. Kita di dunia ini menjadi bagian hidup Allah, karena kita menerima hembusan Roh Allah sendiri, sama seperti yang diungkapkan oleh Rasul Paulus ”Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14: 8), tandas Mgr Harus mengakhiri kotbahnya.

Perayaan Ekarsti yang dihadiri oleh keluarga dari Sr. Norberta FCh, para suster, Romo dan para sahabat berjalan dengan lancar dan penuh hikmat. Sebelum berkat penutup pihak keluarga dari Sr. M. Noebertha FCh menyampaikan sambutan singkat yang diwakili oleh Romo Pit. Dalam sambutnya Rm. Pit mengucapkan terima kasih kepada Mgr. Harun yang telah berkenan memimpin perayaan ekaristi, terima kasih juga kepada Kongregasi Charitas yang telah menerima Sr. M. Norbertha, FCh dan menghantar sampai kepada peristirahatan terakhir. Rm. Pit juga berbagi pengalaman bahwa Sr. Norbertha FCh baginya menjadi titik awal dalam mengambil keputusan untuk menjadi seorang Romo dikala mengalami kebimbangan, dan Sr Norbertha adalah sosok pribadi yang mau mendengarkan, maka menjadi tempat curhat, ungkap Rm Pit mengakhiri sambutannya.

Selanjutnya Sr. M. Patricia FCh sebagai Pemimpin Umum kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas juga menyampaikan sambutan singkat. Sr Patricia mengungkapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada Mgr. Harun, Rm Suparman, SCJ, Rm Pit yang telah memimpin perayaan ekaristi semoga menjadi jalan terang bagi Sr. Norbertha menuju rumah Bapa di surga. Terima kasih keluarga yang telah setia mendampingi sejak sakit sampai Sr. Nor menghadap Bapa. Terima kasih kepada para dokter, perawat, karyawan RS, mbak-mbak di biara, St. Anna, yang setia melayani Sr Norbertha, terima kasih Rm Gono, Rm. Wanto, Rm Surawan, Rm bapa pengakuan, Rm Sigit yang membantu live streeming, para romo, para suster dan semua saudara-saudari yang tak dapat saya sebutkan namanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Sr. Patricia menyampaikan bahwa Sr Noebertha merupakan pribadi yang pantang menyerah, bekerja keras, konsisten, setia, disiplin, sederhana, pembersih, tekun berdoa dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Sr. Norbertha ini suka lemper, hidupnya lempeng dan memper, yang jelas seluruh hidup Sr Norbertha menjadi pujian bagi nama Tuhan, dan sukacita Sr Nor penuh, memilih hari yang tepat menghadap Sang Pemberi kehidupan, ungkap Sr Patricia, mengakhiri sambutannya dengan tersenyum lega.

Setelah mendapatkan berkat perutusan dari Bapa Uskup Harun, acara dilanjukan dengan prosesi pemakaman menuju Taman Getzemani.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts