Napak Tilas ke Makam Leuwigajah Cimahi dalam Rangka 100 Tahun Kongregasi Fransiskus Charitas

Hari Pertama

Kamis, 7 Agustus 2025 di pagi hari kurang lebih pukul 05.00 WIB, Bus Pariwisata tampak parkir di depan Gedung Assisi Charitas Hospital Palembang. Peserta mulai berdatangan dengan bawaan masing-masing dan siap melakukan napak tilas menuju Cimahi Bandung. Hari itu merupakan awal perjalanan menuju Cimahi. Peserta berjumlah 41 orang yang terdiri dari Suster-suster FCh dan beberapa panitia awam dan didampingi Pastor RD Kristianto, VikJen Keuskupan Agung Palembang. Perjalanan dipandu oleh kru armada berjumlah 3 orang ditambah 1 orang guide ketika sudah sampai di tanah Jawa sehingga total berjumlah 45 orang. Foto bersama pkl 5.20 dilanjutkan briefing singkat dari pemandu dan sedikit kalimat pembuka dari panitia dan pimpinan armada. Pelepasan keberangkatan rombongan napak tilas ke Cimahi diawali  dengan doa yang dipimpin Sr. M. Susana FCh dan Berkat dari Pastor pendamping RD. Kristianto.

Acara napak tilas ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Kongregasi Suster-suster Fransiskus Charitas  di Indonesia. Bertujuan mengenang kembali perjuangan para pendahulu yang mengawali karya FCh di Indonesia dan yang karena berkat merekalah,  sehingga Kongregasi FCh mencapai usia 100 th di Indonesia. Diharapkan dengan napak tilas ini menjadi inspirasi dan mampu menimba semangat para pendahulu untuk meneruskan dan mengembangkan karya Allah melalui Kongregasi FCh.

Tepat pukul 05.45 WIB bus berjalan meninggalkan kota Palembang memulai perjalanan menuju Cimahi Bandung. Sepanjang perjalanan dipenuhi dengan suasana sukacita yang diekspresikan dengan aneka cara, seperti bernyanyi bersama ataupun karaoke terpimpin, pun pula dengan diselingi ungkapan kocak yang kesemuanya semakin menyemarakkan suasana perjalanan. Tidak lupa juga doa rosario pun dilantunkan dalam bus serta lagu lagu pujian. Sehingga tercipta suasana yang damai dan menggembirakan.

Bus tiba di Pelabuhan Bakauheni Lampung sekitar pukul 12.10 WIB. Sambil menunggu jadwal bus memasuki kapal, para peserta menikmati hiruk pikuk suasana Pelabuhan. Beberapa  turun dari bus sembari menyapa sana sini terhadap para penjual. Ada yang berbagi snack kepada para penjual. Terdapat juga beberapa membeli jualan mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap para pencari rezeki. Tepat pukul 13.00 bus memasuki kapal ekspress untuk melakukan penyeberangan menuju ke Pelabuhan Merak Jakarta. Beberapa peserta menikmati santap siang di dalam kapal penyeberangan sembari menikmati keindahan laut luas. 

Pada  21.30 bus tiba Rumah Penginapan Susteran OP Cimahi Bandung. Para Suster OP menyambut kedatangan rombongan dengan ramah dan penuh persaudaraan. Rombongan langsung dihantar ke refter untuk menikmati hidangan yang menyegarkan badan yang letih.  Terhidang pula snack khas Bandung yang menggugah selera dan tak luput dari santapan. Suasana cukup akrab dan menggembirakan meski kelelahan nampak pada raut muka yang dinanti kedatangannya maupun yang menantikan kedatangan karena melewati waktu yang diperkirakan. Sekitar pukul 22.10 masing-masing sudah beranjak menuju kamar yang telah disediakan dan malam pun berlalu tanpa protes hingga menuju pagi hari.

 

Hari Kedua

Hari kedua Jumat, 8 Agustus 2025 diawali dengan acara pesta nama pelindung Sr.M. Dominica FCh dan tentu saja hari itu merupakan hari istimewa bagi Para Suster OP yang juga merayakan Santo Dominikus sebagai Bapa Pendiri kongregasi mereka. Maka pada pukul 06.45 WIB diadakan acara bersama di refter dengan doa dan nyanyian lagu CintaTuhan. Kemudian dilanjutkan potong tumpeng dan membagikan irisan tumpeng kepada sesama pestawati, dengan riang gembira seluruh yang hadir menyantap hidangan  yang telah disediakan. 

Mengingat acara hari kedua ini cukup padat, maka pkl. 08.00 setelah briefing singkat, bus beranjak  menuju tempat pemakaman yang letaknya tidak jauh dari penginapan.  Pukul 08.20 WIB bus sudah tiba di area pemakaman maka bus berhenti di pinggir jalan besar dan peserta turun memasuki gerbang makam dengan berjalan kaki  menuju lokasi pemakaman Leuwigajah Cimahi. 

Makam Kehormatan Belanda Leuwigajah merupakan makam kehormatan Belanda yang paling banyak jumlah makamnya di Pulau Jawa (Info: di Pulau Jawa terdapat beberapa area Makam Kehormatan Belanda). Di makam ini tidak hanya warga sipil yang dimakamkan tetapi juga para militer. Ditempat ini terdapat sebuah monumen untuk mengenang para korban kapal Junyo Maru yang merupakan kapal angkutan jepang, yang membawa 2.300 orang tawanan perang dan 4.200 tenaga paksa pribumi/romusha dan dalam perjalanan menuju Pekan Baru pada tanggal 18 September 1944 ditorpedo di pantai barat Sumatera. Kejadian ini menelan 5.600 nyawa”. Sumber buku panduan yang diterbitkan oleh Yayasan Makam Kehormatan Belanda (Oorlogsgravenstichting).

Divisi Spiritualitas Panitia 100 Tahun Charitas, menyiapkan acara mini rekoleksi di Pemakaman Leuwigajah. Pukul 08.30 tim spiritualitas mengawalinya dengan memberikan pengantar singkat, dan dilanjutkan penjelasan tentang Sejarah Makam Kehormatan Belanda Leuwigajah, oleh Pak Rusmin selaku petugas di Leuwigajah. 

Pak Rusmin menjelaskan bahwa pemakaman perang ini diresmikan tahun 1949 tepatnya tanggal 20 Desember dan dikelola oleh Yayasan Belanda. Semula tempat ini digunakan oleh Jepang untuk menguburkan para korban perang, yang terdiri dari tentara sipil, tokoh keagamaan dan anak-anak yang jadi korban perang. Hampir 25.000 korban perang dimakamkan di tujuh makam kehormatan Belanda di Pulau Jawa, yaitu: Menteng Pulo (Jakarta), Ancol (Jakarta), Pandu (Bandung), Leuwigajah (Cimahi), Kalibanteng (Semarang), Candi (Semarang) dan Kembang Kuning (Surabaya). Sebelumnya para korban perang tersebut tersebar di 22 makam di seluruh Indonesia dan sekitar tahun 1960-an disatukan menjadi 7 (tujuh) tempat pemakaman atas permohonan Pemerintah Indonesia. Makam kehormatan Belanda di Pulau Jawa dikelola oleh Oorlogsgravenstichting (Yayasan Makam Kehormatan Belanda) melalui kantor yang berada di Jakarta. Yayasan memberikan kesempatan kepada keluarga dan sanak saudara kerabat korban perang  untuk berkunjung ke makam dengan tidak dipungut biaya. 

Pak Rusmin juga menjelaskan bahwa setiap tahunnya Yayasan mengorganisir perjalanan ziarah ke makam kehormatan Belanda di Pulau Jawa, dan perjalanan ziarah ini didampingi staf ahli dan ada upacara khusus. Para peziarah diberi kesempatan meletakkan bunga di makam keluarga mereka. Aktivitas keagamaan apapun diperkenankan untuk menghormati leluhur mereka yang dimakamkan.  Tersedia pendopo yang bisa digunakan sebagai tempat upacara keagamaan bagi para peziarah yang berkunjung. Juga tersedia daftar nama-nama yang dimakamkan beserta informasi yang tersedia.  Yang berada di pemakaman ini ada yang sejak semula dimakamkan ditempat ini dan ada yang dipindah dari tempat pemakaman lain untuk memudahkan sanak saudara mencari kerabatnya. Disini juga terdapat 130 makam Yahudi. Banyak peziarah dari negeri Belanda yang datang mencari kerabatnya, pun pula peziarah dari pulau Sumatera, Kalimantan dan pulau Jawa.

Suster Fransiskus Charitas yang dimakamkan di Komplek Makam Kehormatan Belanda Leuwigajah Cimahi, merupakan korban tentara Jepang yang dihukum penjara dalam ruangan 1Mx1M dalam posisi jongkok hingga meninggal, yaitu: Sr. M. Agnesia dan Sr. M.Gemma yang meninggal di kamp Mentok serta  Sr. M. Barbara yang meninggal di kamp Bengkulu. Mereka dipindahkan pada tahun 1947. 

Setelah pemaparan sejarah oleh Pak Rusmin,  kemudian masing masing peserta masuk dalam kelompok untuk berefleksi. Sekitar kurang lebih 30 menit bersharing dalam kelompok kecilnya   dilanjutkan dengan membuat komitmen bersama sebagai buah dari refleksi. Tim spiritualitas telah menyiapkan 3 pertanyaan reflektif: 

  1. Bagaimana relasi kita dengan Tuhan selama ini? Apa saja hal-hal yang menghalangi kita untuk semakin dekat dengan-Nya.
  2. Kerinduan apa yang kitab awa dalam ziarah ini? Apakah sanggup mengorbankan diri seperti Sr. Gemma, Sr. agnesia dan Sr. Barbara serta para pendahulu yang lain demi nilai kehidupan?
  3. Beranikah kita memberi kesaksian hidup dengan berani melawan arus (mis.gaya hidup konsumerisme) dan berani memperjuangkan kerendahan hati dalam hidup sehari-hari? Apakah hambatannya?

Suasana sharing di masing-masing kelompok nampak akrab dan terasa kerelaan untuk saling berbagi pengalaman, sehingga menjadikan suasana nyaman dan saling menguatkan serta membangkitkan hati untuk tidak menyerah, dan terus berjuang hingga akhir. Komitmen akan diekspresikan oleh masing-masing kelompok dalam Perayaan Ekaristi. 

Waktu menunjukkan  Pkl. 09.45 ketika Perayaan Ekaristi yang diintensikan untuk kebahagiaan kekal para pendahulu dan Pesta Nama Sr. M. Dominica, FCh setelah membacakan Injil,  RD Kristianto memberikan homily singkat yang makin membawa seluruh peserta mengalami Allah, beliau meyakinkan bahwa “ Allah itu luar biasa” dan tujuan ziarah adalah untuk mengenang perjalanan yang luar biasa, seperti halnya umat Israel yang berjuang bersama Musa menuju tanah terjanji, Pastor juga memberi penegasan bahwa sebagai orang yang terpanggil, kiranya kita harus konsisten dengan komitmen yang tertinggi dalam menanggapi panggilan Tuhan sampai mati, seperti halnya para pendahulu kita yang dimakamkan di sini. Mereka bisa karena Allah yang luar biasa bekerja dalam diri mereka yang mempercayakan hidupnya pada kuasa Allah. Setelah selesai homili, maka masing masing kelompok menampilkan komitmennya dalam suasana doa, baik berupa puisi berantai, lagu bersama, maupun kombinasi lagu dan puisi. Suasana cukup hikmat meski terkadang ada yang nampak lucu dan menggelikan, namun masing-masing mengungkapkan ekspresinya dengan rela hati.

Setelah misa, para suster melakukan doa koronka didepan makam ketiga suster pendahulu yang dimakamkan di tempat ini dan menabur bunga yang bersimbol bahwa kita yang hidup tidak pernah melupakannya.  Selanjutnya diberi waktu pribadi hingga pkl 11.30 yang dapat diisi dengan berdoa atau mengelilingi area pemakaman sambil mengenangkan para pendahulu. 

Pk. 11.30 WIB bus melaju menuju tempat Ziarah Religi Gua Maria Pertapaan Karmel Lembang. Suasana sukacita memenuhi para peserta hingga tiba di tempat yang dituju kurang lebih pukul 12.20 dan para peserta dengan berjalan kaki memasuki area Gua Maria Pertapaan Karmel yang disambut oleh para pedagang yang menawarkan dagangannya bagi siapa saja yang datang, dari situ rombongan berpencar dan melakukan acara masing-masing dengan berdoa secara pribadi maupun mengajak beberapa teman, ada yang langsung menuju Gua Maria dan berdoa disana, ada yang melakukan jalan salib singkat dan ada yang langsung memasuki Gereja Karmel Lembang.

Suasana area doa Gua Maria Pertapaan Karmel sangat tenang dan jauh dari hiruk pikuk, meski diluar banyak yang menjajakan dagangannya. Semesta mendukung para pengunjung untuk bertemu dengan Tuhannya dan masing-masing saling menghargai dengan tidak menimbulkan suara yang berisik dan hiruk, sehingga siapa saja langsung dibawa dalam suasana doa dan mengalami hati yang diselimuti rasa damai, tenang dan aman. Gereja Karmel Lembang ini merupakan salah satu Porta Sancta di Bandung sehingga tidak sedikit umat yang datang berkunjung untuk berdoa dan “ngalap berkah” dari Tuhan. Tak lupa rombongan mengabadikan kebersamaan itu dengan berfoto bersama di depan pintu Gereja Porta Sancta dan Gua Maria Pertapaan Karmel sebelum meninggalkan area pada pk. 14.20 WIB untuk menuju tempat selanjutnya yaitu ke floating market Lembang yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Sekitar pukul 14.45 WIB rombongan sudah masuk area floating market Lembang dan masing masing mendapat 3 coin seharga per koin Rp. 20.000,- nilai tukar total Rp.60.000,- yang bisa dibelanjakan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Para peserta selain menikmati aneka kuliner dan juga aneka hiburan yang tersaji termasuk menikmati alam dengan aneka binatang di dalamnya (burung, angsa, ayam ataupun kuda) hingga waktu menunjukkan pukul 16.45 WIB dan bus kembali beranjak hingga sampai tujuan di rumah penginapan Susteran OP di Cimahi pukul 18.50 WIB.

Hari yang melelahkan namun tidak menyurutkan beberapa peserta untuk pergi ke Katedral Bandung yang juga merupakan Gereja Porta Sancta. Di sana dilakukan doa pribadi atau berkeliling di area Gereja sambil menyapa sana sini dan setelah puas menikmati suasana Katedral, rombongan kecil melanjutkan perjalanan menuju Biara Ursulin. Biara ursulin memiliki area yang sangat luas, didalamnya terdapat rumah Lansia bagi Para Suster Ursulin,  Rumah Novisiat dan disini juga merupakan area sekolahan yang adalah salah satu karya dari Suster Ursulin. Area yang sangat luas ini termasuk didalamnya Rumah Retret dan terdapat pula area pemakaman di dalamnya. Setelah puas berkeliling akhirnya rombongan kecil menyerah dengan kelelahan dan kembali ke rumah penginapan dan tiba pukul 22.20 WIB.

 

Hari Ketiga

Hari terakhir orasi perjalanan peziarahan di awali dengan Misa Kudus pukul 06.00 WIB yang dipimpin oleh Pastor RD.Kristianto PR. Dalam homilinya Pastor memberikan refleksi bagi semua yang hadir bahwa “iman menjadikan kita berubah, iman bertumbuh untuk menjadikan kita semakin mempunyai harapan dan berbuah.”

Setelah sarapan dilanjutkan dengan berkemas dan menuju ke bus dengan membawa barang bawaan. Tak lupa sebelum perjumpaan berakhir, dilakukan sesi foto bersama baik seluruh rombongan atau masing-masing peserta ingin mengenangkan kenangan manisnya bersama Para Suster OP dan alam sekitarnya.

Hari itu Sabtu, 09 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB bus berjalan meninggalkan kota Bandung  menuju “Taman Doa Bumi Maria Sareng Para Rasul” yang terletak Desa Cijujung, Sukaraja Kab.Bogor Jawa Barat. Gua ini berada dalam Kompleks Gereja Katolik Santo Andreas Sukaraja Bogor.   Saat hampir mencapai alamat yang dituju, rombongan terpaksa melanjutkan perjalanan dengan menumpang mikrolet setempat. Hal ini dikarenakan ada perbaikan jalan yang mengakibatkan bus besar tidak memungkinkan memasuki jalan menuju taman doa. Meski demikian tidak membuat surut para peserta untuk melanjutkan rangkaian peziarahan. Dengan peluh yang menetes di tengah teriknya kota Bogor, peserta tetap berantusias dan dengan sigap menaiki  mikrolet yang diberikan oleh armada.  Bus putar balik menuju Pom bensin dan disitulah dibagi dalam 3 mikrolet menuju taman doa, sesampai disana dilanjutkan Doa Rosario bersama di depan Gua Maria. Selanjutnya dengan sedikit waktu yang masih ada, beberapa peserta menyempatkan diri untuk keliling jalan salib dan menikmati suasana tenang. Tidak lupa juga  mengabadikan moment yang unik ini sebelum akhirnya kembali menggunakan mikrolet yang sama menuju bus besar untuk selanjutnya menuju Jakarta. Pada pukul 11.45 WIB bus Kembali menjalankan tugasnya membawa rombongan menuju Jakarta. 

Mengingat waktu sudah tengah hari dan badan membutuhkan asupan gizi, maka bus berhenti di Restoran Gurih Tujuh pukul 11.55 WIB. Selain tempat makan juga terdapat toko oleh-oleh Rumah Talas, kesempatan ini pun tidak dilewatkan oleh para peserta yang masih ingin memberikan buah tangan kepada orang-orang terdekatnya. Suasana makan diliputi dengan candaan dan gurauan yang menjadikan kelelahan sedikit sirna dan semakin bersemangat untuk pulang kembali ke Palembang. Pukul 13.20 WIB rombongan menuju Pelabuhan Merak, sebelum kapal merapat armada berhenti dan memberi kesempatan untuk membeli piem (ubi fermentasi) di toko oleh-oleh yang tidak jauh dari Pelabuhan.

Bus memasuki kapal penyeberangan pada pukul 18.30 WIB, dan seluruh peserta menikmati suasana laut dengan caranya masing-masing, ada dengan menikmati angin malam sambil minum kopi atau mengabadikan dalam kamera pribadi. Bibir memberikan ucapan syukur atas semesta yang membiarkan kapal sampai Pelabuhan Merak dengan selamat pada 20.00 WIB. Bus langsung beranjak menuju Rumah Makan Mutiara di Lampung. Meski semula enggan untuk menyantap makanan yang tersedia, namun pada akhirnya, makanan pun disantap juga, tidak mungkin menyia-nyiakan masakan rendang dan rebusan serta sambal goreng khas Sumatera. Meski masih tetap ada beberapa yang taat menjalankan askesenya untuk tidak makan dimalam hari. Kegembiraan dalam kelelahan membawa semua peserta ternyenyak dalam bus yang kembali melanjutkan perjalanan menuju tanah terjanji. Bus tiba di Palembang pukul 04.00 pada hari Minggu 10 Agustus 2025.**

Penulis: Sr. M. Bernadethin FCh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Articles & Posts